Orideknews.com, MANOKWARI, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat, mengalokasikan anggaran sekitar Rp46 miliar untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah tersebut.
Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dijamin pemerintah melalui penyediaan akses pendidikan yang mudah, adil, dan merata bagi seluruh masyarakat.
“Tidak boleh ada anak-anak Manokwari yang kehilangan masa depan karena orang tua tidak mampu membiayai,” ujar Hermus di Manokwari, Sabtu.
Menurutnya, konstitusi telah menempatkan pendidikan sebagai hak fundamental setiap warga negara. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai kendala, salah satunya keterbatasan kemampuan ekonomi keluarga.
Karena itu, Pemkab Manokwari merumuskan kebijakan pendidikan gratis agar generasi muda dapat mengakses pendidikan mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi tanpa terbebani persoalan biaya.
“Kalau pemerintah tidak melakukan atau menggratiskan biaya pendidikan, maka pemerintah melanggar konstitusi dan melanggar hak anak-anak yang mau sekolah,” katanya.
Hermus menegaskan, pendidikan gratis tidak hanya dimaknai sebagai pembebasan biaya sekolah, tetapi juga menjadi kebijakan afirmatif pemerintah untuk memperluas akses sekaligus menjamin keberlanjutan mutu pendidikan.
Pelaksanaan program tersebut akan dievaluasi secara berkala untuk mengukur efektivitas serta dampaknya terhadap peningkatan angka partisipasi sekolah (APS) pada setiap kelompok usia di Kabupaten Manokwari.
“Setiap lulusan itu harus 100 persen dapat melanjutkan ke tingkat pendidikan berikutnya. Kalau masih 80 persen yang melanjutkan, maka pemenuhan hak-hak pendidikan belum tuntas,” ujarnya.
Hermus juga meminta Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan untuk memastikan data peserta didik selalu valid dan diperbarui, sehingga bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Jangan sampai ada yang butuh bantuan, justru tidak dilayani. Data harus diperbarui secara berkala dan akurat,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari Pardjiyanti menjelaskan, teknis pelaksanaan program pendidikan gratis mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2025 dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 87 Tahun 2025.
Program tersebut mencakup Beasiswa Manokwari Pintar bagi pelajar SD hingga SMA, bantuan bagi peserta didik PAUD/TK sebesar Rp125 ribu per siswa setiap bulan, beasiswa pendidikan tinggi, bantuan empat jenis seragam sekolah, serta Bantuan Operasional Sekolah Daerah Manokwari atau Bosdama.
Pardjiyanti merinci Beasiswa Manokwari Pintar untuk siswa SD diberikan sebesar Rp1 juta per siswa, SMP Rp1,146 juta, dan SMA Rp1,2 juta.
Sementara beasiswa pendidikan tinggi diberikan sebesar Rp7,5 juta bagi mahasiswa program S1 umum, Rp50 juta untuk S1 kedokteran, Rp20 juta bagi mahasiswa S2, dan Rp75 juta untuk mahasiswa S3.
“Beasiswa Manokwari Pintar jenjang SD per siswa Rp1 juta, SMP Rp1,146 juta, SMA Rp1,2 juta, beasiswa S1 umum Rp7,5 juta, S1 kedokteran Rp50 juta, S2 Rp20 juta, dan S3 Rp75 juta,” kata Pardjiyanti.
Ia menjelaskan Bosdama dialokasikan untuk membiayai berbagai kegiatan sekolah yang tidak dapat dibiayai melalui BOS reguler. Besaran bantuan disesuaikan dengan jumlah peserta didik pada masing-masing satuan pendidikan.
Selain mendukung operasional sekolah, Bosdama juga digunakan untuk membiayai sekitar 350 guru honorer mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengatasi keterbatasan tenaga pendidik di sejumlah wilayah Kabupaten Manokwari.
Pardjiyanti mengatakan beasiswa perguruan tinggi, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Manokwari, juga telah mencakup bantuan biaya penginapan.
Saat ini tercatat sebanyak 155 mahasiswa sebagai penerima beasiswa pendidikan tinggi. Sementara penerima program Manokwari Pintar mencapai sekitar 4.500 peserta didik.
“Sudah ada 155 mahasiswa yang terdaftar sebagai penerima beasiswa. Kalau program Manokwari Pintar sebanyak 4.500 peserta didik, dan jumlah satuan pendidikan di Manokwari hampir 300 satuan,” ujarnya. (ALW/ON)

