BerandaOlahragaPerpani Papua Barat Siapkan Atlet Hingga Kejurda Hadapi Pra-PON 2027

Perpani Papua Barat Siapkan Atlet Hingga Kejurda Hadapi Pra-PON 2027

- Advertisement -spot_img

Orideknews.com, MANOKWARI, – Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Papua Barat mulai mematangkan persiapan menghadapi Pra-PON 2027 sebagai ajang kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Persiapan tersebut mencakup pembinaan atlet, pemenuhan sarana dan prasarana latihan, penguatan kepengurusan di kabupaten hingga rencana pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) sebagai bagian dari proses seleksi atlet.

Ketua Umum Perpani Papua Barat, Demianus Mandacan mengatakan, sejumlah agenda tersebut menjadi pembahasan dalam rapat terbatas pengurus Perpani Papua Barat di salah satu restoran di Manokwari, Jumat (25/9/2026).

“Hari ini kami secara khusus fokus membicarakan persiapan Pra-PON 2027 untuk panahan. Salah satu yang penting adalah menyiapkan atlet, tetapi yang lebih penting juga sarana dan prasarana untuk mendukung pelatihan atlet,” ujar Demianus usai rapat.

Menurutnya, Perpani Papua Barat juga tengah menyiapkan usulan kebutuhan program dan anggaran untuk 2027. Usulan tersebut nantinya akan disampaikan setelah kepengurusan KONI Papua Barat yang baru resmi dilantik.

Selain kebutuhan menghadapi Pra-PON, Perpani akan memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet usia dini sebagai bagian dari upaya menyiapkan regenerasi atlet panahan Papua Barat.

Demianus menjelaskan, pada 2027 pihaknya akan mendorong pembentukan dan pelantikan pengurus cabang (Pengcab) Perpani di kabupaten yang hingga kini belum memiliki kepengurusan.

Keberadaan Pengcab diharapkan menjadi basis pencarian dan pembinaan bibit atlet dari daerah. Atlet-atlet potensial tersebut selanjutnya akan dipersiapkan secara berjenjang untuk memperkuat Papua Barat.

“Kabupaten-kabupaten yang belum ada Pengcab, itu kita lantik. Dari situ mereka kirim atlet-atlet usia dini dan kita bina untuk ke depan,” katanya.

Perpani Papua Barat juga lanjut dia, merencanakan pelaksanaan Kejurda Panahan pada 2027. Kejuaraan tersebut akan menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kemampuan sekaligus menentukan atlet yang layak masuk dalam tim Papua Barat.

Demianus menyatakan, pemilihan atlet tidak akan dilakukan tanpa proses seleksi. Setiap kabupaten akan diminta mempersiapkan atlet terbaik untuk mengikuti Kejurda.

“Kita tidak ambil atlet untuk memperkuat Papua Barat asal-asal saja. Dari kabupaten mereka siapkan atlet, kemudian kita buat Kejurda. Dari situ kita ukur kemampuan dan skor mereka, lalu kita ambil untuk memperkuat Papua Barat,” jelasnya.

Atlet yang terpilih selanjutnya akan menjalani pembinaan bersama pelatih berlisensi nasional dan internasional, Coach Iwan.

Pola kepelatihan juga akan diperkuat mulai 2027. Jika sebelumnya satu pelatih menangani atlet senior sekaligus usia dini, Perpani Papua Barat berencana memisahkan pola pembinaan dengan menempatkan dua pelatih.

Satu pelatih akan difokuskan menangani atlet senior, sedangkan satu lainnya secara khusus membina atlet usia dini.

“Selama ini kita hanya satu pelatih untuk dua kelas. Mulai tahun depan kita sudah dua pelatih, satu khusus usia dini dan satu untuk senior,” ungkap Demianus.

Seluruh persiapan tersebut, lanjutnya, diarahkan agar cabang olahraga panahan Papua Barat mampu meraih tiket pada Pra-PON 2027 dan mengirimkan atlet terbaik pada PON 2028.

“Kami berharap bisa lolos dan mengirimkan atlet untuk Papua Barat di PON 2028,” terangnya. (ALW/ON).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini