Orideknews.com, MANOKWARI, – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Provinsi Papua Barat menyiapkan sebanyak 80 Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti pelatihan alat berat di Cepu, Jawa Tengah.
Kepala Disnakertrans Provinsi Papua Barat, Edward Dowansiba mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah meningkatkan kompetensi tenaga kerja OAP agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Pelatihan direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 dengan menggandeng lembaga pelatihan yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
“Tahun ini kami dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja menyiapkan pelatihan khusus alat-alat berat di Cepu untuk 80 orang, khususnya Orang Asli Papua,” kata Edward.
Menurutnya, peningkatan keterampilan menjadi penting karena perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai bidang pekerjaan.
“Karena itu untuk kompetensi yang memang diminta oleh perusahaan, kita harus siapkan tenaga kerja yang punya sertifikasi. Kami sudah bekerja sama dengan lembaga-lembaga pelatihan, khususnya di Jawa,” ujarnya.
Edward menjelaskan, program pelatihan menjadi bagian dari langkah Disnakertrans dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja perusahaan sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Papua Barat.
Selain melalui pelatihan, pemerintah juga mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan melalui pelaksanaan Job Fair Papua Barat 2026.
Kegiatan tersebut mendapat animo tinggi dari masyarakat. Disnakertrans mencatat sekitar 4.000 pencari kerja mendaftar, terdiri dari kurang lebih 2.000 pendaftar secara online dan 2.000 secara offline.
Sementara itu, sebanyak 28 perusahaan yang mengikuti Job Fair menyediakan total 643 lowongan pekerjaan.
“Mulai dari pertama pembukaan, kurang lebih 2.000 yang mendaftar secara online dan yang secara offline 2.000. Jadi semuanya sekitar 4.000. Sedangkan kuota yang disiapkan oleh 28 perusahaan berjumlah 643 lowongan pekerjaan,” jelas Edward.
Menurut dia, proses perekrutan selanjutnya menjadi kewenangan masing-masing perusahaan. Pelamar telah mengikuti tahapan wawancara dan melengkapi dokumen, sedangkan penerimaan disesuaikan dengan kompetensi serta kebutuhan perusahaan.
Tingginya jumlah pencari kerja tersebut juga menjadi perhatian Disnakertrans untuk memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan meningkatkan program peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Edward mengatakan pihaknya secara langsung melakukan komunikasi dengan perusahaan untuk mengetahui jenis tenaga kerja dan kompetensi yang dibutuhkan.
“Kami turun langsung untuk mengecek kebutuhan-kebutuhan mereka sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan,” katanya.
Edward mengatakan Job Fair 2026 menjadi langkah awal yang akan dievaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya. Disnakertrans berencana kembali melaksanakan kegiatan serupa pada 2027 dengan melibatkan lebih banyak perusahaan.
Sejumlah perusahaan besar juga akan didorong untuk terlibat dan membuka kesempatan kerja sesuai kebutuhan tenaga kerja mereka.
“Kita rencana ada perusahaan-perusahaan besar termasuk BP, Genting Oil dan Nusantara Gas. Untuk tahun depan tetap kami panggil untuk mereka menyiapkan sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja,” ujarnya.
Edward berharap kombinasi antara pelatihan berbasis kompetensi dan pembukaan akses lowongan pekerjaan dapat meningkatkan peluang OAP terserap ke dunia kerja. (ALW/ON)



