Orideknews.com, MANOKWARI, — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari mendorong mahasiswa baru untuk tidak hanya mengejar keberhasilan akademik, tetapi mempersiapkan diri menjadi agen perubahan dalam pembangunan sektor pertanian.
Semangat tersebut mulai ditanamkan kepada 121 mahasiswa baru melalui Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (MABIDAMA) Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar Rabu (9/9/2026).
Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Manokwari memiliki tanggung jawab menghasilkan sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi nyata ketika kembali ke masyarakat.
Karena itu, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan sistem pendidikan dan kehidupan kampus. Mereka juga diberikan pembekalan mengenai karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan dan tanggung jawab.
MABIDAMA mengangkat tema “Membangun Generasi Muda Pertanian yang Unggul dan Berbasis Teknologi untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Papua dan Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan.”
Melalui tema tersebut, mahasiswa diarahkan memahami bahwa generasi muda memiliki peluang besar menjadi penggerak perubahan dalam sektor pertanian.
Peran itu dapat diwujudkan melalui penerapan teknologi, pengembangan inovasi, peningkatan produktivitas maupun keterlibatan langsung dalam membantu petani mengembangkan usaha.
Mahasiswa juga diharapkan mampu melihat persoalan pertanian bukan hanya sebagai tantangan, tetapi peluang untuk melahirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kebutuhan sumber daya manusia seperti itu semakin penting dalam pembangunan pertanian Papua dan kawasan Indonesia Timur yang memiliki potensi sumber daya besar sekaligus karakteristik wilayah yang beragam.
Selama menempuh pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan praktis secara bersamaan.
Dengan bekal tersebut, lulusan Polbangtan Manokwari diharapkan dapat berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian, mendorong inovasi, memperkuat kesejahteraan petani hingga mendukung ketahanan pangan.
MABIDAMA menjadi langkah awal bagi 121 mahasiswa baru untuk membangun kesiapan tersebut.
Dari proses pendidikan yang dijalani, diharapkan lahir generasi muda yang tidak sekadar mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian dan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat. (RR/ON)

