BerandaPertanianKementan Jaga Harga Pakan, SPHP Jagung Tersalur ke 28 Provinsi

Kementan Jaga Harga Pakan, SPHP Jagung Tersalur ke 28 Provinsi

- Advertisement -spot_img

JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengawal penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk memastikan kebutuhan peternak terpenuhi dengan harga terjangkau.

Hingga 23 Agustus 2026, sebanyak 127,43 ribu ton jagung telah disalurkan kepada peternak di berbagai daerah.

Berdasarkan laporan penyaluran Perum BULOG yang diperbarui pada 24 Agustus 2026, program SPHP Jagung telah menjangkau peternak di 28 provinsi. Penyaluran melibatkan 100 koperasi dan asosiasi serta telah dimanfaatkan oleh 5.543 peternak.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman setelah mendengar langsung aspirasi peternak dalam Rapat Koordinasi Perunggasan di Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma, Surabaya, 11 Agustus 2026.

Dalam pertemuan itu, peternak menyampaikan tekanan biaya produksi, terutama kebutuhan bahan baku pakan dengan harga terjangkau.

Amran kemudian meminta penyaluran SPHP Jagung terus dilanjutkan selama masih dibutuhkan peternak.

“Menambah dan memperpanjang SPHP. Nah itu BULOG, tanggung jawab saya, BULOG, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi. SPHP BULOG kita lanjutkan sampai akhir tahun,” tegas Amran.

Kementan memastikan pengawalan tidak hanya berhenti pada penetapan kebijakan, tetapi juga mencakup pemantauan kebutuhan peternak, data penerima, realisasi penyaluran, hingga perkembangan pasokan dan harga jagung di lapangan.

Direktur Pakan Kementan Tri Melasari mengatakan pengawasan dilakukan agar jagung SPHP benar-benar diterima peternak yang membutuhkan dengan harga terjangkau.

“Yang kami jaga bukan hanya ketersediaan jagung pakan, tetapi bagaimana pasokan sampai kepada peternak yang membutuhkan dengan harga terjangkau, tanpa mengabaikan keseimbangan harga di tingkat petani,” ujar Tri di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Menurut Tri, pemantauan terhadap kebutuhan peternak, realisasi penyaluran, produksi, stok, serta perkembangan harga jagung diperlukan agar intervensi pemerintah dapat dilakukan secara terukur dan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Jaga Harga Petani dan Peternak

Kebijakan SPHP Jagung dijalankan dengan menjaga kepentingan petani dan peternak secara bersamaan.

Di tingkat hulu, pemerintah memberikan kepastian harga melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk jagung pipilan kering dengan kadar air 18 hingga 20 persen di tingkat petani, HPP ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.

Jagung hasil pengadaan pemerintah selanjutnya dikelola BULOG sebagai bagian dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

Sementara di tingkat hilir, pemerintah memberikan fasilitasi melalui SPHP Jagung Pakan. Peternak dapat memperoleh jagung dengan harga Rp5.000 per kilogram untuk pengambilan di gudang BULOG dan maksimal Rp5.500 per kilogram hingga di tingkat peternak.

Melalui skema tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan rantai pasok. Petani memperoleh kepastian penyerapan dengan harga yang layak, sementara peternak mendapatkan bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau guna membantu menekan biaya produksi.

Sisa Pagu 85,77 Ribu Ton

Data BULOG menunjukkan pagu SPHP Jagung yang tercatat dalam dashboard mencapai 213,20 ribu ton.

Dari jumlah tersebut, hingga 23 Agustus 2026 telah tersalurkan sebanyak 127,43 ribu ton. Dengan demikian, sisa pagu yang masih tersedia sekitar 85,77 ribu ton.

Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), BULOG, pemerintah daerah, koperasi, serta asosiasi peternak terus berkoordinasi agar penyaluran berjalan tepat sasaran.

Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat dukungan kepada peternak. Bapanas telah mengusulkan tambahan kuota SPHP Jagung Pakan sebesar 150 ribu ton kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Usulan tersebut masih menunggu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) sebelum dapat ditetapkan dan direalisasikan.

Penguatan SPHP Jagung menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlanjutan sektor perunggasan. Ketersediaan jagung dengan harga terjangkau diharapkan membantu peternak mengendalikan biaya produksi sekaligus menjaga pasokan protein hewani bagi masyarakat.

Kementan memastikan pengawalan SPHP Jagung akan terus dilakukan agar intervensi pemerintah tidak hanya menjaga ketersediaan pasokan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi peternak rakyat. (RR/ON)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini