Top 5 This Week

Related Posts

Diminta Beri Manfaat Nyata, MRPB Desak Tangguh LNG Segera Direalisasikan PI 10 Persen

Orideknews.com, MANOKWARI – Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) mengingatkan pentingnya realisasi Participating Interest (PI) 10 persen dalam pengelolaan sektor minyak dan gas bumi (migas), khususnya di wilayah penghasil seperti Kabupaten Teluk Bintuni yang menjadi lokasi proyek strategis nasional Tangguh LNG.

Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson F Waprak menyampaikan keberadaan proyek migas berskala besar tersebut harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.

“Selama ini masyarakat adat di wilayah Doberai dan Bomberai hidup berdampingan dengan kekayaan alam yang luar biasa. Sudah seharusnya mereka juga merasakan manfaat langsung melalui skema PI 10 persen,” ujarnya.

Judson menilai, PI 10 persen merupakan bentuk keadilan ekonomi bagi daerah penghasil sekaligus instrumen penting untuk meningkatkan pendapatan daerah, memperkuat kemandirian ekonomi lokal, serta memastikan keberpihakan pembangunan kepada masyarakat adat.

Namun demikian, Ia mengingatkan agar implementasi kebijakan tersebut tidak hanya bersifat administratif, melainkan harus dikelola secara transparan, profesional, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Kami tidak ingin PI 10 persen hanya menjadi simbol. Ini harus menjadi solusi nyata untuk meringankan beban masyarakat adat, terutama dalam sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” ucap Judson.

Selain itu, MRP Papua Barat juga mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta operator migas untuk mempercepat realisasi dan distribusi manfaat PI 10 persen secara adil dan terbuka.

Sebagai lembaga representatif Orang Asli Papua, MRP menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pengelolaan sumber daya alam agar tidak hanya menguntungkan negara, tetapi juga memberikan keadilan bagi masyarakat adat di Tanah Papua.

“Kekayaan alam Papua, termasuk dari sektor migas seperti Tangguh LNG, harus kembali untuk kesejahteraan rakyat Papua, khususnya masyarakat adat di Papua Barat,” pungkas Judson. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles