Top 5 This Week

Related Posts

BP3OKP RI Ingatkan Pentingnya Pendidikan Nonformal, Lulusan Didorong Masuk Dunia Kerja

Orideknews.com, MANOKWARI – Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) memberikan apresiasi terhadap kontribusi Yayasan Rumbay Koteka dalam menyediakan akses pendidikan nonformal bagi masyarakat, khususnya mereka yang putus sekolah.

Ketua BP3OKP RI Perwakilan Papua Barat, Irene Manibuy, menyampaikan penghargaan atas upaya yayasan tersebut yang dinilai mampu membuka peluang pendidikan melalui program Paket A, B, dan C.

“Begitu saya mewawancarai para peserta ujian paket, saya cukup kaget mendengar latar belakang mereka. Banyak yang putus sekolah karena masalah pribadi maupun rumah tangga, seperti hamil saat masih duduk di bangku sekolah. Untung ada program paket ini yang sangat membantu,” ujar Irene.

Ia mengungkapkan, sebagian besar peserta, khususnya perempuan, memiliki pengalaman serupa yang membuat mereka tidak dapat melanjutkan pendidikan formal. Namun, kehadiran sekolah paket yang gratis di Yayasan Rumbay Koteka menjadi harapan baru bagi mereka untuk mendapatkan ijazah.

Salah satu peserta, Farisa (Nona) asal Nabire, Papua Tengah, mengaku program tersebut sangat membantu dirinya. Ia mengikuti pendidikan sejak Paket B dan kini melanjutkan ke Paket C.

“Program ini sangat membantu. Kalau mau kuliah atau cari kerja, kita sudah punya ijazah,” kata Farisa.

Irene mengaku, BP3OKP memiliki tugas mendorong pemanfaatan dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk mendukung program wajib belajar, termasuk pendidikan nonformal bagi masyarakat Papua, baik usia sekolah maupun yang telah putus sekolah.

Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Papua Barat, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, Bappeda, dan Kesbangpol, agar memberikan perhatian terhadap pendidikan nonformal melalui dukungan anggaran Otsus.

“Kami mendorong agar ada sistem yang tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga keterampilan kerja dan pembentukan akhlak serta intelektual,” ujarnya.

Lebih lanjut, BP3OKP bersama Polda Papua Barat dan Yayasan Rumbay Koteka tengah memikirkan langkah lanjutan agar para lulusan tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga dapat terserap di dunia kerja.

“Kami ingin setelah lulus mereka bisa langsung bekerja. Kami bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk menghadirkan perusahaan dan menyalurkan mereka. Itu target utama kami,” kata Irene.

Ia juga mengapresiasi langkah Polda Papua Barat melalui Direktorat Binmas yang berinisiatif memberikan pelatihan satpam (security) bagi para lulusan.

Sementara itu, Direktur Binmas Polda Papua Barat, Kombes Pol Hari Sembiring, mengatakan program pendidikan paket telah berjalan sejak 2022 sebagai bagian dari upaya menekan angka kriminalitas dan pengangguran.

“Kami hadir untuk menurunkan tingkat kriminalitas dan pengangguran. Pelatihan satpam tersertifikasi ini terbuka tidak hanya bagi lulusan Yayasan Rumbay Koteka, tetapi juga dari sekolah dan yayasan lain,” ujarnya.

Polda Papua Barat juga berkomitmen mendukung proses belajar mengajar dengan menurunkan personel sebagai tenaga pengajar, setelah sebelumnya sempat terhenti.

Di sisi lain, Pembina Yayasan Rumbay Koteka, Jhon Dimara, berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya terhadap yayasan yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan di Papua Barat.

“Kami sudah meluluskan peserta Paket A, B, dan C hingga angkatan ketiga. Kami berharap ada dukungan anggaran dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Ketua Yayasan Rumbay Koteka, Ayub Msiren, mengungkapkan bahwa sejak berdiri, pihaknya baru sekali menerima bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, yakni pada 2023.

“Waktu itu sekitar Rp2 miliar untuk pembangunan gedung, mobiler, dan fasilitas laptop bagi tenaga pendidik. Setelah itu belum ada lagi bantuan,” katanya.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran dari Kementerian Pendidikan menjadi kendala utama dalam menjangkau wilayah pedesaan dan pedalaman.

“Kami berharap ke depan ada dukungan agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama mereka yang putus sekolah di daerah terpencil,” tandasnya. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles