Top 5 This Week

Related Posts

Kemendiktisaintek Alokasikan 700 Beasiswa Afirmasi untuk Papua Barat

Orideknews.com, MANOKWARI – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengalokasikan kuota beasiswa afirmasi pendidikan tinggi tahun 2026 bagi Provinsi Papua Barat sebanyak 700 orang.

Sekretaris Dinas Pendidikan Papua Barat, Sudjanti Kamat, mengatakan pendaftaran program tersebut telah dibuka sejak 27 Februari dan akan berlangsung hingga 22 Mei 2026.

“Kuota 700 peserta itu didistribusikan ke tujuh kabupaten, masing-masing memperoleh 100 orang,” ujarnya.

Menurut Sudjanti, pelaksanaan program beasiswa afirmasi tahun ini dimajukan dibanding tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan jadwal Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) serta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Penyesuaian ini juga bertujuan mencegah keterlambatan penempatan mahasiswa yang dinyatakan lolos, sekaligus mengakomodasi proses seleksi berjenjang dari tingkat daerah hingga pusat.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, banyak peserta yang sudah lulus jalur afirmasi, tetapi juga diterima melalui jalur lain, sehingga memilih meninggalkan jalur afirmasi,” katanya.

Ia menilai perubahan jadwal tersebut memberikan kesempatan yang lebih merata bagi generasi muda asli Papua Barat untuk mengakses beasiswa afirmasi secara optimal.

Sudjanti mengaku, calon penerima yang dinyatakan lulus seleksi akan mengikuti pembekalan di daerah sebelum memasuki perguruan tinggi, guna meminimalkan kendala adaptasi saat kuliah.

“Silakan memilih jalur beasiswa yang diinginkan. Aksesnya kini lebih luas dan merata,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peserta program ini diprioritaskan bagi anak asli Papua yang terbagi dalam tiga kategori sesuai Perdasus Nomor 5 Tahun 2022, yakni kedua orang tua asli Papua, salah satu orang tua asli Papua, serta suku nusantara yang lahir dan mengenyam pendidikan di Papua.

Pihaknya kata dia, berharap kuota yang tersedia dapat terpenuhi, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya belum terserap secara maksimal.

Untuk pembiayaan, program beasiswa afirmasi bersumber dari pemerintah pusat.

Sementara itu, lanjut Sudjanti pemerintah daerah menanggung kebutuhan tambahan yang belum diakomodasi APBN, seperti perlengkapan praktikum.

Selain itu, setiap mahasiswa penerima beasiswa afirmasi akan memperoleh bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Barat sebesar Rp4 juta per tahun yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Masa pembiayaan ditetapkan maksimal lima tahun untuk program sarjana (S1) dan tujuh tahun untuk pendidikan dokter. Jika melewati batas waktu tersebut, maka beasiswa akan dihentikan.

“Selama menjalani studi, mahasiswa penerima beasiswa juga diwajibkan melaporkan perkembangan akademik secara berkala, termasuk transkrip nilai dan laporan kemajuan studi,” jelas Sudjanti. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles