Orideknews.com, MANOKWARI, – Ketua Yayasan Kasih Rumbai Koteka, Ayub Msiren menyatakan program yang dijalankan yayasan tersebut sejak dibentuk pada 2022 hingga saat ini tetap berjalan aktif.
Ia menyebut adanya anggapan bahwa kegiatan yayasan vakum hanyalah akibat miskomunikasi dengan pejabat di kepolisian.
Menurut Ayub, seluruh kegiatan yayasan selama ini tetap dilaksanakan seperti biasa dan laporan kegiatan selalu disampaikan kepada Kapolda Papua Barat setiap selesai kegiatan.
“Semua kegiatan yang berjalan sampai hari ini tetap seperti biasa. Setiap akhir kegiatan kami langsung laporkan ke Polda Papua Barat,” ujar Ayub Msiren.
Ia menjelaskan, laporan tersebut selama ini disampaikan kepada pejabat Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) yang sebelumnya bertugas. Namun ketika terjadi pergantian pejabat, laporan kegiatan tidak lagi sampai kepada pejabat yang baru sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
“Terjadi miskomunikasi antara Dirbinmas yang lama dengan Dirbinmas yang baru. Karena beliau tidak mendapatkan laporan dari kami, sehingga berpikir bahwa kegiatan tidak berjalan,” jelasnya.
Padahal, kata Ayub, berbagai aktivitas Yayasan Kasih Rumbai Koteka terus berjalan hingga saat ini di delapan kabupaten di bawah koordinasi yayasan.
Ia juga mengaku, laporan kegiatan selama ini mendapat respon dari Kapolda Papua Barat, termasuk ucapan terima kasih atas pelaksanaan program yang dijalankan.
Dalam kesempatan tersebut, Ayub memaparkan jumlah peserta yang telah mengikuti program pendidikan dan pelatihan melalui yayasan tersebut. Untuk angkatan pertama pada 2024 tercatat sebanyak 738 orang telah menyelesaikan program.
Sementara, pada angkatan kedua tahun 2025 terdapat 864 orang yang telah ditamatkan. Sedangkan saat ini sebanyak 1.069 peserta sedang mengikuti tahapan ujian.
“Kalau dikatakan kegiatan vakum, lalu peserta yang sudah kita tamatkan ini dari mana? Artinya aktivitas tetap berjalan sampai hari ini,” ucapnya.
Ayub menjelaskan, dari total sekitar 2.700 peserta yang terdata, sebagian di antaranya berasal dari wilayah Papua Barat Daya. Karena itu pihaknya akan memisahkan data peserta yang berasal dari Papua Barat dan Papua Barat Daya untuk memudahkan koordinasi program ke depan.
Selain menyelesaikan pendidikan melalui PKBM, Yayasan Kasih Rumbai Koteka juga membuka peluang bagi para lulusan untuk mengikuti pelatihan satuan pengamanan (satpam) bekerja sama dengan Polda Papua Barat.
Para peserta nantinya akan direkrut dari perwakilan kabupaten dan kota di Papua Barat, kemudian mengikuti pelatihan satpam di Polda Papua Barat sebagai bagian dari upaya penyiapan lapangan kerja.
“Kami bukan hanya menamatkan mereka dari PKBM, tetapi juga menyiapkan lapangan kerja melalui pelatihan satpam,” katanya.
Ia berharap pertemuan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dapat menjadi solusi untuk memperkuat koordinasi serta membuka peluang kerja bagi para lulusan program tersebut.
Hal itu disampaikan Ayub Msiren usai menghadiri pertemuan pembahasan program dan dukungan OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama BP3OKP Perwakilan Papua Barat, Jumat (10/4/2026) di Gedung Keuangan Negara Arfai, Manokwari. (ALW/ON).




