Top 5 This Week

Related Posts

Lulusan PKBM Diproyeksikan Serap Dunia Kerja, Polda Papua Barat Gelar Siapkan Pelatihan Satpam

Orideknews.com, MANOKWARI – Polda Papua Barat melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) akan mendorong penguatan program pendidikan nonformal yang dilaksanakan Yayasan Kasih Rumbai Koteka dengan menyiapkan pelatihan keterampilan bagi para lulusan.

Direktur Binmas Polda Papua Barat, Kombes Pol Hari S. Sembiring mengatakan program tersebut akan difokuskan pada peningkatan keterampilan kerja bagi lulusan Paket A, B, dan C, khususnya bagi mereka yang telah menyelesaikan pendidikan setara SMA.

Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan Paket C, para lulusan akan dipersiapkan mengikuti pelatihan keterampilan di bidang satuan pengamanan (satpam).

“Yayasan Rumbai Koteka ini akan terus berlanjut. Nanti setelah mereka lulus Paket C atau setara SMA, akan disiapkan pelatihan khusus tentang satuan pengamanan,” ujar Hari S. Sembiring.

Ia menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan tersebut para peserta tidak hanya memperoleh ijazah pendidikan, tetapi juga mendapatkan kartu tanda anggota (KTA) satpam sebagai bukti kompetensi.

Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan siap memasuki dunia kerja dan dapat disalurkan ke berbagai perusahaan yang berinvestasi di Papua Barat.

“Kita siapkan mereka dengan keahlian standar satuan pengamanan yang memenuhi syarat, sehingga perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Papua Barat bisa memanfaatkan tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Ia berharap perusahaan-perusahaan di Papua Barat dapat memberikan kesempatan kerja kepada putra-putri asli Papua yang telah memiliki keterampilan dan siap bekerja.

Sementara itu, Ketua BP3OKP Perwakilan Papua Barat, Irene Manibuy mengatakan pertemuan tersebut juga menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan nonformal harus diikuti dengan penyiapan lapangan kerja bagi para lulusan.

Menurut Irene, hingga saat ini program pendidikan nonformal yang dibina melalui Yayasan Kasih Rumbai Koteka telah menghasilkan sekitar 2.791 lulusan Paket A, B, dan C.

“Lulusan yang sudah ada ini harus kita salurkan menjadi tenaga kerja yang siap dipakai dan memiliki keterampilan untuk langsung bekerja,” ujar Irene.

Ia menjelaskan, para lulusan tersebut akan disalurkan melalui berbagai jalur pekerjaan sesuai minat dan bakat mereka, termasuk melalui pelatihan satpam yang difasilitasi oleh Polda Papua Barat.

Dalam pelaksanaan program tersebut, BP3OKP menggandeng sejumlah instansi pemerintah, antara lain Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Dinas Tenaga Kerja, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Papua Barat.

Selain itu, dukungan juga datang dari Biro Otonomi Khusus dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua Barat untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai dengan arah pembangunan daerah.

Irene mengaku, pihaknya juga akan melakukan pendataan terhadap seluruh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada di Papua Barat guna memastikan kualitas pendidikan nonformal tetap terjaga.

“Ke depan kami akan menginventarisir seluruh PKBM yang ada di Papua Barat agar pengawasan mutu pendidikan dan kurikulumnya bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Ia menegaskan, program ini juga bertujuan untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Papua agar tidak terjerumus dalam berbagai perilaku negatif.

“Kami tidak ingin lagi melihat anak-anak Papua hanya duduk di pinggir jalan, minum-minuman keras atau melakukan hal-hal yang merusak masa depan mereka. Kita harus rangkul mereka dan siapkan mereka menjadi generasi yang produktif,” terangnya.

Ketua Yayasan Kasih Rumbai Koteka, Ayub Msiren menegaskan bahwa program pendidikan yang dijalankan yayasan tersebut sejak 2022 hingga saat ini tetap berjalan aktif.

Ia menyebut anggapan bahwa kegiatan yayasan vakum hanya terjadi akibat miskomunikasi antara pihak yayasan dengan pejabat Direktorat Binmas Polda Papua Barat yang baru.

Menurut Ayub, seluruh kegiatan yayasan selama ini tetap berjalan dan laporan kegiatan selalu disampaikan kepada Polda Papua Barat setiap selesai kegiatan.

“Semua kegiatan tetap berjalan sampai hari ini dan setiap akhir kegiatan kami selalu melaporkan ke Polda Papua Barat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan Yayasan Kasih Rumbai Koteka saat ini berjalan di delapan kabupaten di bawah koordinasi yayasan.

Ayub juga memaparkan jumlah peserta yang telah mengikuti program pendidikan melalui yayasan tersebut. Untuk angkatan pertama pada 2024 tercatat sebanyak 738 orang telah menyelesaikan program, sedangkan angkatan kedua pada 2025 sebanyak 864 orang.

Sementara itu, saat ini sebanyak 1.069 peserta sedang mengikuti tahapan ujian.

“Kalau dikatakan kegiatan vakum, lalu peserta yang sudah kita tamatkan ini dari mana? Artinya aktivitas tetap berjalan sampai hari ini,” katanya.

Ia menambahkan, dari total sekitar 2.700 peserta yang terdata, sebagian berasal dari wilayah Papua Barat Daya sehingga ke depan data peserta akan dipisahkan antara Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Hal itu disampaikan usai pertemuan pembahasan program dan dukungan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama BP3OKP Perwakilan Papua Barat, Jumat (10/4/2026) di Gedung Keuangan Negara Arfai, Manokwari. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles