Orideknews.com, Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat mendorong sekolah dan perguruan tinggi untuk mengembangkan kegiatan kreatif dan edukatif yang sesuai dengan karakter generasi Z (Gen Z), khususnya dalam upaya pencegahan masalah sosial seperti HIV/AIDS.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Frans Abidondifu, SKM.,M.Epid dalam kegiatan stakeholder meeting yang membahas tindak lanjut penanggulangan HIV/AIDS pada kelompok pelajar dan mahasiswa.
Dalam arahannya, ia menyampaikan pentingnya pendekatan yang relevan dengan pola pikir generasi muda saat ini yang dikenal sebagai generasi melek digital.
“Kita berharap Bapak-Ibu dapat mengemas kegiatan di sekolah, baik dalam penerimaan siswa baru, perayaan ulang tahun sekolah, maupun kenaikan kelas, dengan menghadirkan event-event yang menarik dan edukatif,” ujarnya.
Menurutnya, Gen Z memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan metode pendekatan yang inovatif. Intervensi yang dilakukan tidak cukup hanya melalui ceramah, tetapi juga perlu melibatkan partisipasi aktif siswa.
Ia menyarankan agar kegiatan dapat dikemas dalam bentuk sosialisasi interaktif, lomba slogan, yel-yel, hingga keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aktivitas kreatif.
“Kita perlu mengubah mindset dengan membuka ruang bagi ide-ide dari siswa, namun sebelumnya tetap diberikan materi pemantik agar mereka memiliki pemahaman yang benar,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembangunan preventif untuk mencegah berbagai persoalan sosial di kalangan pelajar, termasuk penyalahgunaan aplikasi digital yang berisiko.
“Dengan pendekatan ini, kita berharap siswa dan mahasiswa dapat terhindar dari penggunaan aplikasi yang disalahgunakan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif, termasuk risiko penularan penyakit,” jelasnya.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 9–10 April 2022, di salah satu hotel di Manokwari. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten, kepala sekolah, tenaga pendidik, akademisi, serta mitra dari LSM dan organisasi masyarakat.
“Melalui forum ini, kami harap tercipta sinergi lintas sektor dalam memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda di Papua Barat,” pesan Frans. (ALW/ON).



