Orideknews.com, Jakarta, – Pemerintah daerah di Provinsi Papua menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Kongres Bahasa Daerah yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang.
Panitia penyelenggara berharap kegiatan berskala nasional ini dapat dihadiri langsung oleh Menteri terkait hingga Presiden Prabowo Subianto untuk membuka secara resmi acara tersebut.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, saat memimpin rapat kerja bersama Kementerian Kebudayaan RI di Gedung DPD RI, Jakarta.
“Panitia berharap Bapak Menteri hingga Bapak Presiden dapat hadir membuka Kongres Bahasa Daerah di Papua. Ini momentum penting untuk menunjukkan bahwa negara hadir dan mendukung penuh pelestarian bahasa daerah di seluruh Indonesia,” ujar Filep.
Menurutnya, kongres ini menjadi agenda penting guna memperkuat komitmen pemerintah terhadap pelestarian bahasa daerah di seluruh Indonesia.
Dosen tetap STIH Manokwari ini juga menilai kegiatan tersebut berpotensi menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia menggelar kongres bahasa daerah dengan skala nasional.
“Kongres ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi tonggak penting dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya bangsa melalui bahasa daerah,” ucap Filep dihadapan Menteri dan Wamen.
Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibahas rencana penyelenggaraan event seni dan budaya dalam lingkup komunitas Melanesia. Wilayah Papua sebagai bagian dari kawasan Melanesia dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan budaya, baik antarprovinsi di Indonesia maupun dengan negara-negara di kawasan Pasifik.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, memiliki keinginan untuk menggelar event seni budaya Melanesia yang melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri.
“Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memiliki kesiapan untuk menjadi tuan rumah event budaya Melanesia yang melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus memperkuat identitas Indonesia sebagai negara dengan keberagaman budaya yang khas.
“Kami juga mendorong agar event seni dan budaya Melanesia dapat masuk dalam kalender resmi pemerintah, sehingga pelaksanaannya berkelanjutan dan berdampak luas, termasuk di tingkat internasional,” terang Filep.
“Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang majemuk, khususnya di kawasan Melanesia,” tambah Filep. (ALW/ON).




