Orideknews.com, MANOKWARI – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV se-Tanah Papua, Suriel S. Mofu, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Lektor Kepala kepada Filep Wamafma yang juga menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari.

Penyerahan SK tersebut dilakukan usai Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Program Studi Ilmu Hukum STIH Manokwari Angkatan ke-41 Tahun 2026 yang digelar di salah satu hotel di Manokwari, Jumat (27/3/2026).
Suriel Mofu menyebut, pencapaian tersebut merupakan prestasi akademik yang luar biasa dalam karier seorang dosen. Filep Wamafma dinilai telah melalui tahapan jenjang jabatan fungsional akademik mulai dari asisten ahli, lektor, hingga kini mencapai lektor kepala.
“Selangkah lagi menuju guru besar atau profesor. Dengan jabatan lektor kepala yang sudah disandang, peluang untuk meraih profesor semakin terbuka,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas seorang dosen sangat ditentukan oleh jabatan fungsional akademik yang dimiliki. Hal ini juga berdampak langsung pada kualitas perguruan tinggi tempat dosen tersebut mengabdi.
Ia menjelaskan, perguruan tinggi akan semakin diakui kualitasnya apabila didukung oleh dosen dengan jenjang jabatan fungsional yang memadai, mulai dari asisten ahli hingga guru besar, serta memiliki sertifikasi dosen dari pemerintah.
Suriel juga mengungkapkan, hingga saat ini jumlah dosen bersertifikasi di perguruan tinggi swasta se-Tanah Papua telah mencapai 846 orang. Jumlah tersebut dinilai cukup besar dan menjadi yang terbanyak dibandingkan wilayah Maluku dan Maluku Utara.
“Setiap tahun terjadi peningkatan sekitar 100 dosen bersertifikasi. Sejak 2017 hingga 2026, tren ini terus meningkat,” katanya.
Selain itu, sekitar 150 dosen saat ini telah memenuhi syarat untuk mengikuti sertifikasi pada tahun 2026. Sementara itu, lebih dari 100 dosen lainnya masih dalam tahap persiapan.
Dengan capaian tersebut, LLDikti Wilayah XIV menargetkan jumlah dosen bersertifikasi di Tanah Papua dapat mencapai 1.000 orang pada tahun mendatang.
“Ini merupakan pencapaian yang cukup membanggakan bagi pengembangan pendidikan tinggi di Tanah Papua,” pungkasnya. (ALW/ON).




