Orideknews.com, MANOKWARI, – Sebanyak 224 wisudawan dan wisudawati Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari angkatan ke-41 tahun 2026 resmi dilepas dalam acara yang berlangsung di halaman aula kampus STIH Manokwari, Sanggeng, Kamis (26/3/26).

Dalam sambutannya, Filep Wamafma yang juga menjabat sebagai Ketua Komite III DPD RI mengingatkan pentingnya kerja keras dan pengorbanan orang tua dalam mendukung keberhasilan para mahasiswa hingga meraih gelar sarjana hukum.
Ia mengajak para lulusan untuk bangga atas capaian tersebut, bahkan mendorong mereka untuk membagikan keberhasilan itu kepada publik sebagai bentuk motivasi dan inspirasi.
“Silakan posting di medsos bahwa Anda sudah sarjana hukum. Itu adalah kebanggaan, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang tua dan institusi yang telah membentuk Anda,” ujarnya.
Namun demikian, Filep mengingatkan agar para lulusan tidak hanya menjadi sarjana hukum secara formal, melainkan memiliki pemahaman yang kuat terhadap norma dan peraturan. Ia menyebut, seorang sarjana hukum harus berbicara berdasarkan aturan, bukan sekadar opini.
“Karakter orang hukum adalah memahami aturan terlebih dahulu sebelum berbicara. Jangan terbalik seperti yang sering terjadi di media sosial, bicara dulu baru cari dasar hukum,” ingatnya.
Lebih lanjut, Filep juga menyentil tantangan perkembangan teknologi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI), yang dinilai tidak dapat menggantikan kemampuan analisis manusia, khususnya di bidang hukum.
Menurutnya, lulusan hukum harus mampu mengasah kemampuan analisis yang tajam serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“AI tidak akan menggantikan kemampuan analisis Anda. Justru Anda harus lebih unggul dalam berpikir kritis dan analitis,” katanya.

Selain itu, Filep juga berpesan kepada para lulusan agar tetap menjaga sikap dan menghormati orang tua. Ia menegaskan, gelar sarjana bukan hanya tentang status akademik, tetapi juga tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadilah sarjana yang berbuat baik untuk orang tua. Tidak ada ukuran sarjana di rumah, yang ada adalah sikap dan tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan bahwa dari total 224 wisudawan, sebanyak 130 orang menerima beasiswa. Kampus, lanjutnya, akan terus berupaya membantu mahasiswa melalui berbagai program pemerintah melalui aspirasi DPD RI dalam aspek dukungan pendidikan.
Filep juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan yayasan yang telah berkontribusi dalam mendukung proses pendidikan hingga para mahasiswa berhasil menyelesaikan studi mereka.
Ia juga mengajak masyarakat Papua Barat untuk terus mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di STIH Manokwari, dengan komitmen kampus untuk terus menyediakan program beasiswa bagi lulusan SMA tahun 2024 hingga 2026. (ALW/ON).




