Rabu, Maret 18, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ketua Komite III DPD RI Desak Perlindungan Nakes Pasca Serangan Maut di Tambrauw

Orideknews.com, Manokwari, – Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, menyampaikan duka mendalam atas insiden penyerangan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, pada Senin (15/3/2026), saat empat tenaga kesehatan yang mengendarai sepeda motor tiba-tiba diserang oleh orang tidak dikenal (OTK). Dua korban dilaporkan tewas, sementara dua lainnya berhasil menyelamatkan diri ke Pos TNI Bamusbama.

“Kami atas nama DPD RI, khususnya Komite III, menyampaikan duka cita yang sangat mendalam. Ini adalah persoalan serius yang harus segera ditangani oleh aparat keamanan di daerah,” ujar Filep Wamafma.

Ia menegaskan apapun latar belakang perbedaan, baik ideologi maupun pandangan, hukum harus tetap melindungi warga sipil yang tidak bersalah, termasuk tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah terpencil dan rawan konflik.

Menurutnya, insiden ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan di daerah konflik tidak lagi memberikan jaminan keselamatan bagi para tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, Komite III DPD RI mendesak aparat keamanan, termasuk Kapolda Papua Barat, Kapolda Papua Barat Daya, serta Pangdam XVIII/Kasuari, untuk memastikan perlindungan maksimal bagi tenaga kesehatan, guru, dan seluruh petugas pelayanan publik di wilayah konflik.

“Hal ini sangat penting untuk menjamin keselamatan mereka. Komite III akan mengambil langkah serius dengan meminta keterangan resmi dari seluruh pihak terkait setelah masa libur Idul Fitri,” terangnya.

Ia juga menyoroti perlindungan terhadap tenaga kesehatan dan tenaga pendidik telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk dalam kerangka otonomi khusus Papua, namun implementasinya perlu diperkuat di lapangan.

Selain itu, Filep Wamafma mengimbau pemerintah daerah agar lebih memperhatikan keselamatan tenaga kesehatan, guru, serta masyarakat sipil di wilayah konflik.

Ia juga mengingatkan kelompok-kelompok yang memiliki perbedaan ideologi agar tidak menjadikan warga sipil sebagai sasaran kekerasan.

“Kehadiran nakes dan guru di daerah terpencil adalah untuk melayani masyarakat Papua sendiri. Mereka hadir untuk pelayanan dan keselamatan warga,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan jika tenaga kesehatan ditarik dari wilayah konflik, maka masyarakat akan kehilangan akses layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan.

“Kalau nakes ditarik, siapa yang akan melayani masyarakat di sana? Ini tentu tidak adil bagi warga,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Jika kondisi tidak memungkinkan, maka tenaga kesehatan perlu dipertimbangkan untuk ditarik sementara ke lokasi yang lebih aman. (ALW/ON).

@official_orideknews Menag RI, Prof Dr.KH. Nasaruddin Umar Mengajak Semua Umat Sukseskan PESPARAWI NASIONAL ke XIV tahun 2026 di Manokwari #papuabarat #tiktoknews #manokwari ♬ original sound - officialorideknews
@official_orideknews Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan Ajak Semua Umat Sukseskan Pelaksanaan Pesparawi Nasional ke-XIV di Manokwari#papuabarat #manokwari #tiktokpapua #pesparawinasional ♬ original sound - officialorideknews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)