Orideknews.com, MANOKWARI – Pemerintah Provinsi Papua Barat terus mematangkan kesiapan transportasi menjelang perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang dijadwalkan berlangsung pada 18–28 Juni 2026di Manokwari.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan aksesibilitas udara dan darat mampu menampung lonjakan kontingen dari seluruh Indonesia.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat, Max L. Sabarofek, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menindaklanjuti instruksi Gubernur Papua Barat untuk memperkuat armada transportasi melalui lobi-lobi strategis ke maskapai penerbangan dan Kementerian Perhubungan.
Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah peserta, Dinas Perhubungan jelas Max, tengah mengupayakan pembukaan rute penerbangan baru dan penambahan frekuensi jadwal terbang.
Pemprov kata Max melalui Dishub melobi agar maskapai ini membuka layanan direct flight (penerbangan langsung) rute Jakarta–Manokwari (PP) guna memudahkan mobilisasi kontingen dari luar Papua.
Ia menjelaskan, sedang diupayakan juga pembukaan rute langsung dari Fakfak ke Manokwari tanpa harus transit di Sorong, sehingga waktu tempuh lebih efisien. Surat permohonan dari Gubernur telah dilayangkan agar maskapai ini dapat masuk dan melayani penerbangan ke Manokwari.
“Bapak Gubernur sudah berpesan saat di Jakarta agar kami menyiapkan dokumen penyertaan sebagai penguatan administratif. Tim kami terus intens berkoordinasi agar usulan penambahan maskapai ini segera mendapat jawaban pasti,” ujar Max Sabarofek, Sabtu, (28/2/26).
Selain jalur udara, konektivitas di dalam kota Manokwari juga menjadi perhatian. Pemprov Papua Barat telah mengajukan bantuan sebanyak 20 unit bus kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.
“Momennya sudah semakin dekat, jadi kami tidak bisa bersantai. Staf bidang lalu lintas sudah saya instruksikan untuk terus mengawal proposal ini di pusat. Harapannya, bantuan bus ini bisa meminimalisir kendala transportasi peserta di lapangan nanti,” tambahnya.
Max juga menyinggung peluang pemberian subsidi angkutan, baik darat maupun udara, untuk mempercepat realisasi layanan.
Menurutnya, koordinasi dengan pihak UPBU dan pihak swasta seperti LNG Tangguh terus dilakukan. Jika subsidi disetujui, hal tersebut akan menjadi jaminan bagi operator transportasi untuk menyediakan layanan.
Sementara itu, untuk sektor transportasi laut, Pemprov berencana mengadopsi skema yang pernah sukses diterapkan pada perayaan Satu Abad Peradaban di Teluk Wondama.
“Kami berencana bersurat lebih awal kepada PT Pelni agar kapal putih (kapal penumpang) dapat difungsikan sebagai hotel terapung. Ini langkah antisipasi karena fasilitas penginapan di Manokwari kemungkinan besar tidak akan cukup menampung ribuan orang,” jelas Max.
Meski koordinasi teknis terus berjalan, Max menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Gubernur sebagai pimpinan daerah. Saat ini, tim Dishub tengah merampungkan proposal teknis dan kelengkapan administrasi yang diminta oleh pihak maskapai maupun kementerian.
“Kami minta doa dari masyarakat semua agar upaya ini berjalan lancar. Target kami adalah menjawab kebutuhan transportasi Pesparawi Nasional XIV secara maksimal,” pungkasnya. (ALW/ON).




