Top 5 This Week

Related Posts

Pacu Produktivitas Padi di Papua Selatan, Kementan Tanam Padi Serentak di Lahan CSR

MERAUKE – Papua Selatan terus menunjukkan kontribusinya sebagai salah satu wilayah Indonesia timur yang siap menjadi daerah lumbung pangan masa depan.

Langkah nyata yang dilakukan melalui kegiatan percepatan tanam pada Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang di gelar secara serentak di 5 provinsi diantaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur Sumatera Selatan dan Papua Selatan, Kamis, (26/02/2026).

Kegiatan tersebut dikomandoi langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang tergabung melakukan percepatan tanam di salah satu lahan CSR yang ada di provinsi Kalimantan Selatan.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Kita siapkan petani dan penyuluh yang kompeten, adaptif, inovatif, dengan pendampingan, agar lahan cetak sawah dikelola produktif dan berkelanjutan,” ujar Idha

Hal tersebut tentu sejalan dengan amanat Menteri Pertanian yang menegaskan pemanfaatan lahan optimal melalui program cetak sawah rakyat diharapkan mampu meningkatkan produksi padi, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan pendapatan petani.

Pada pelaksanaannya, bersama Brigade Pangan Tani Perkasa, percepatan tanam berlangsung diatas lahan seluas 230 hektar yang berada dikampung Yabamaru, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, O’eng Anwarudin yang turut serta dalam kegiatan menjelaskan bahwa luas lahan CSR yang akan ditanami sebanyak 230 hektar. Sementara tanam serentak hari ini dilakukan seluas 140 hektar yang sebelumnya telah ditanami seluas 10 hektar.

“Pada prosesnya kami bergerak cepat dengan mengedepankan efesiensi. Brigade pangan Tani Sejahtera menerapkan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) yang dipadukan dengan penggunaan alat blower untuk mendistribusikan benih secara merata dan cepat,” jelas O’eng

“Penggunaan teknologi blower dan metode Tabela ini memangkas waktu kerja secara signifikan dibandingkan cara konvensional, sehingga target tanam dapat tercapai tepat waktu,” tambahnya

Aksi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi wilayah lain di Papua Selatan untuk terus mengoptimalkan potensi lahan tidur menjadi lahan produktif yang mampu menopang ketahanan pangan nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles