Orideknews.com, Manokwari, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) bagi seluruh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan dinkes. Acara yang berlangsung di lobby kantor Dinkes Papua Barat, Senin, (23/2/26), menjadi momen penguatan kinerja pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, menyampaikan rotasi jabatan ini bukan hanya seremoni pergantian posisi, melainkan penugasan tanggung jawab baru yang menuntut pembuktian melalui kinerja nyata.
“Jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan disiplin, integritas, dan hasil yang terukur. Jabatan ini bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk bekerja, melayani, dan menghasilkan perubahan,” ucap dr. Alwan.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Alwan memaparkan sejumlah tantangan besar yang harus segera diselesaikan oleh para pejabat baru sepanjang tahun anggaran 2026.
Fokus utama meliputi penurunan angka stunting serta peningkatan cakupan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Target 50% Puskesmas harus menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) pada tahun 2026. Pengendalian penyakit menular (Target Eliminasi ATM 2027) dan penanganan penyakit tidak menular (KJSU: Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi).
“Mendorong kenaikan Angka Harapan Hidup sebagai kontributor 40% terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ujarnya.
Pihaknya kata dr.Alwan, berkomitmen menyukseskan program prioritas Pemerintah Daerah melalui Papua Barat Sehat (PBS) khusus bagi Orang Asli Papua (OAP).
Selain itu, dr. Alwan menginstruksikan jajaran Dinkes untuk mengawal program Pemerintah Pusat, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B). Pengembangan Klinik dan Apotek Desa. Peningkatan mutu layanan bagi seluruh peserta.
dr. Alwan memberikan lima instruksi tegas kepada para pejabat. Ia melarang adanya pola kerja lambat, penundaan tugas, maupun sikap saling melempar tanggung jawab.
“Keberhasilan Dinas Kesehatan tidak diukur dari banyaknya rapat atau dokumen, tetapi dari menurunnya angka kesakitan, meningkatnya cakupan layanan, dan kepuasan masyarakat,” tuturnya.
Ia kemudian meminta seluruh pejabat baru agar segera melakukan penyesuaian diri dan menyusun rencana kerja yang akuntabel guna memastikan pengelolaan anggaran tepat sasaran. (ALW/ON).




