Orideknews.com, MANOKWARI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat memberikan apresiasi atas masukan dan kritik yang disampaikan oleh mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Franky Mobilala. Meski telah pensiun, sumbangsih pemikiran Mobilala terhadap birokrasi kesehatan di Papua Barat dinilai sebagai bentuk kepedulian yang positif.

Menanggapi kekhawatiran Mobilala terkait keberlanjutan program eliminasi malaria pasca-mutasi pejabat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, menegaskan hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Ia meyakini para pejabat yang baru dilantik adalah sosok hebat dan berpengalaman di bidangnya.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Bapak Gubernur Papua Barat yang telah memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada beberapa pejabat kami sebagai yang telah dilantik pada Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat,” ujar dr. Alwan melalui keterangan pers tertulisnya.
Ia menjelaskan, mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah mekanisme penyegaran organisasi yang lumrah dan diatur oleh undang-undang. dr. Alwan menjamin bahwa pejabat pengganti merupakan tenaga kesehatan profesional yang kompeten dan memiliki rekam jejak kuat dalam manajemen program teknis serta pemetaan risiko penyakit.
Menurutnya, kehadiran pejabat baru justru akan memperkuat program eliminasi malaria di wilayah Papua Barat. Hal ini sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang mengedepankan sistem kerja dan kaderisasi, sehingga program tidak hanya bergantung pada figur tertentu.
“Pergub ini adalah fondasi kuat yang wajib dipedomani oleh siapapun yang mengemban amanah program malaria, memastikan implementasi yang konsisten dan terarah,” tegasnya merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Eliminasi Malaria Papua Barat 2027 sebagai payung hukum utama.
Selain malaria, dr. Alwan memastikan program kesehatan prioritas lainnya seperti penanganan TBC, HIV/AIDS, dan stunting tetap berjalan sesuai rencana dengan penguatan koordinasi lintas sektor.
“Dengan komitmen bersama, kami yakin target eliminasi malaria di Papua Barat akan tercapai, demi mewujudkan Papua Barat yang Aman, Sejahtera, Bermartabat, dan Mandiri,” pesan Alwan.
dr. Alwan lalu mengajak seluruh pihak untuk tetap optimis dan mendukung kinerja Dinas Kesehatan melalui sinergi yang baik.
“Tidak perlu kuatir berlebihan, tapi mari bangun koordinasi dan kerjasama yang baik agar pembangunan kesehatan masyarakat di Papua Barat secara khusus eliminasi malaria tetap sejalan dengan pergub elimansi malaria 2027. Dukung kami dengan ide dan gagasan konstruktif dalam menjalankan tugas ke depan,” tambahnya dr.Alwan. (ALW/ON).



