Orideknews.com, Manokwari – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.H., dalam sambutannya pada perayaan Dies Natalis ke-51 yang dihadiri mahasiswa, dosen, serta tamu undangan di kampus STIH Wosi Manokwari, Selasa, (17/2/26).
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Filep menyampaikan, semangat menuju keunggulan dan kompetensi menjadi fokus utama pengembangan institusi.
“Tahun ini kita patut bersyukur karena STIH Manokwari kembali menambah dua doktor baru, yakni Doktor Eni Sasea dan Doktor Ishak Mansawan. Dalam waktu dekat, akan menyusul beberapa dosen lain yang juga menyelesaikan studi doktoralnya,” ujarnya.
Ia menyatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui studi lanjut dosen ke jenjang S2 dan S3, tetapi juga dengan menghadirkan tenaga pengajar dari berbagai perguruan tinggi ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), hingga akademisi dari luar negeri.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kualitas kurikulum dan mendukung spesialisasi keilmuan yang semakin berkembang.
Selain penguatan SDM, STIH Manokwari juga terus membuka akses pendidikan bagi mahasiswa melalui berbagai program beasiswa. Menurut Dr. Filep, kampus berkomitmen memberikan dukungan kepada mahasiswa baru yang akan bergabung pada tahun ajaran baru.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan SMA dari berbagai daerah tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa yang tersedia,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa STIH Manokwari saat ini tengah menjalani tahap verifikasi perubahan status kelembagaan. Tim kampus telah mengikuti proses verifikasi di Makassar dan akan melanjutkan tahapan berikutnya di Manokwari.
Jika seluruh proses berjalan lancar, pihaknya kata Dr.Filep menargetkan transformasi menjadi Institut Pembangunan Papua dalam waktu dekat.
Sebagai bagian dari pengembangan tersebut, sejumlah program studi baru direncanakan akan dibuka, antara lain Ilmu Pemerintahan, Manajemen Teknologi dan Hukum. Namun, Dr. Filep menegaskan bahwa pembukaan program studi akan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kesiapan sumber daya dan jejaring kerja sama.
“Kita tidak ingin membuka program secara besar-besaran, tetapi secara terukur dengan dukungan sumber daya yang kuat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak para alumni yang telah sukses di berbagai bidang untuk turut berkontribusi dalam pembangunan kampus.
“Alumni memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun almamater,” pesannya. (ALW/ON).




