Orideknews.com, Manokwari, – Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, menyampaikan bahwa rapat kerja bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, membahas berbagai persoalan strategis sektor kesehatan, khususnya di Tanah Papua. Rapat tersebut berlangsung pada Senin, (9/2/2026).

Salah satu poin utama yang dibahas adalah rencana pembangunan 24 rumah sakit baru di seluruh wilayah Papua pada periode 2025–2029. Filep mengapresiasi agenda pemerintah tersebut dan menekankan pentingnya kebijakan afirmatif untuk penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, terutama tenaga dokter.
“Dalam rapat dengan Pak Sekjen, ada dua isu utama yang menjadi kesepahaman bersama, yakni soal sarana-prasarana dan sumber daya manusia tenaga kesehatan,” ujar Filep, Rabu (11/2/26) kepada media ini.
Menurutnya, pembangunan rumah sakit akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Papua. Namun, kehadiran fasilitas kesehatan baru tersebut harus dibarengi dengan ketersediaan tenaga medis yang kompeten dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi komitmen Kemenkes membangun 24 rumah sakit di Tanah Papua. Infrastruktur ini sangat penting, tetapi harus sejalan dengan pembangunan SDM nakes, khususnya dokter. Karena itu, Kemenkes akan mengagendakan program beasiswa afirmasi khusus bagi putra-putri Papua,” jelasnya.
Filep mengaku, pada tahun ini pihaknya bersama anggota DPD RI akan mengidentifikasi potensi putra-putri asli Papua di daerah masing-masing. Langkah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan rumah sakit dan Dinas Kesehatan setempat.
“Kita akan memaksimalkan potensi anak-anak Papua untuk memenuhi kebutuhan dokter, terutama melalui jalur beasiswa Kemenkes untuk spesialisasi. Ini bagian dari komitmen kami agar kehadiran negara benar-benar memberi dampak nyata, bukan semata bergantung pada dana Otsus,” tegasnya.
Ia juga berencana melakukan pendataan kebutuhan dokter spesialis di Papua Barat dan wilayah Papua lainnya. Data tersebut nantinya akan direkomendasikan kepada Kemenkes sesuai dengan syarat dan standar beasiswa yang ditetapkan.
“Kami berharap anak-anak Papua yang mendapat beasiswa ini nantinya kembali dan mengabdi sepenuhnya untuk Papua,” kata Filep.
Pada kesempatan yang sama, senator asal Papua Barat itu turut mengapresiasi pemerintah daerah yang selama ini telah memberikan beasiswa bagi dokter-dokter di Papua.
Ia menyatakan, perjuangan di sektor kesehatan merupakan bagian dari komitmennya, selain advokasi beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi mahasiswa.
“Kita harus mengedepankan putra-putri asli Papua. Saya sudah berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota agar kolaborasi ini berjalan baik, sehingga kita bisa menyiapkan dokter spesialis sesuai kebutuhan daerah masing-masing,” tambahnya. (ALW/ON)



