Orideknews.com, MANOKWARI – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (DPP REI), Joko Suranto, menyebut sektor perumahan merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional karena memiliki efek berganda yang besar terhadap industri, tenaga kerja, dan perputaran ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Joko Suranto saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD REI Papua Barat, di Manokwari, Papua Barat, Selasa, (10/2/26).
Menurut Joko, sektor perumahan tidak berdiri sendiri, melainkan didukung oleh sekitar 185 subsektor industri, mulai dari industri bahan bangunan seperti genteng, kayu, kaca, cat, keramik, hingga material dasar seperti batu, pasir, dan semen. Seluruh rantai tersebut menciptakan proses produksi, penyerapan tenaga kerja, serta distribusi pendapatan yang luas di masyarakat.
“Karena itu, sektor properti secara konsisten menyumbang minimal 0,5 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Setiap tahun, investasi di sektor perumahan mencapai kisaran Rp134 triliun hingga Rp177 triliun,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, berdasarkan riset, setiap injeksi investasi sebesar USD 3,5–5 miliar atau setara Rp125–140 triliun di sektor perumahan dapat memberikan kontribusi hingga 25 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Bahkan, satu proyek perumahan saja mampu menyerap ribuan tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung.
“Secara nasional, industri properti menyerap sekitar 15 juta tenaga kerja. Jika pembangunan perumahan didorong di Papua Barat, maka akan tercipta lapangan kerja besar, mulai dari sektor konstruksi, logistik, hingga usaha kecil di sekitarnya,” katanya.
Joko juga mengapresiasi kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbunga rendah. Saat ini, bunga KPR perumahan berada di kisaran 5 persen, sementara kredit produktif melalui perbankan nasional berkisar 6 persen, dengan plafon pembiayaan hingga Rp5 miliar.
Ia menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp130 triliun untuk sektor perumahan, namun realisasi penyaluran baru mencapai sekitar Rp80 triliun. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah, pelaku usaha, dan perbankan untuk bersama-sama memaksimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut.
“Sektor perumahan adalah motor penggerak ekonomi. Jika dana ini berputar di daerah, maka dampaknya akan sangat besar bagi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Joko Suranto juga menyatakan komitmen REI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan perumahan. Melalui organisasi, REI siap menjembatani pelaku usaha, kontraktor, dan perbankan guna mendorong pembangunan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua Barat.
Terkait pelaksanaan Musda IV DPD REI Papua Barat, Joko mengapresiasi suasana musyawarah yang berlangsung kondusif dan penuh semangat kebersamaan.
Ia mengingatkan pentingnya regenerasi kepemimpinan agar organisasi tetap adaptif dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan.
“REI harus terus berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pesannya. (ALW/ON).


