Minggu, Februari 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Tanamkan Nilai Agama Sejak Dini, PW Wanita Islam Alkhairaat PB Gelar Manasik Haji Cilik

Orideknews.com, MANOKWARI – Pengurus Wilayah Wanita Islam Alkhairaat (PW WIA) Papua Barat menggelar kegiatan Manasik Haji Cilik tingkat Kabupaten Manokwari di Masjid Al-Falah, AMD Wosi, Sabtu (7/2/26). Kegiatan ini diikuti ratusan siswa taman kanak-kanak dari berbagai sekolah di Manokwari.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong, didampingi Ketua PW WIA Papua Barat, Hj. Ramni Nento. Turut hadir Pelaksana Tugas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat, para pengurus organisasi, serta orang tua peserta.

Mengusung tema “Menumbuhkan Semangat Berhaji Sejak Dini,” manasik haji cilik tahun ini diikuti sebanyak 354 anak yang terbagi dalam 14 kelompok. Para peserta tampak kompak mengenakan busana serba putih, menciptakan suasana religius sekaligus penuh keceriaan.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji melalui simulasi, mulai dari niat, penggunaan kain ihram, tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i, hingga melempar jumrah. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas dengan metode pembelajaran yang menyenangkan agar mudah dipahami peserta usia dini.

Ketua PW WIA Papua Barat, Hj. Ramni Nento, mengatakan manasik haji cilik merupakan program tahunan organisasi yang telah dilaksanakan untuk keempat kalinya. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak-anak sejak usia dini.

“Ini merupakan simulasi agar anak-anak mengenal Ka’bah, sa’i, dan melempar jumrah dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman praktik ibadah haji, tetapi juga menanamkan adab, kecintaan terhadap agama, serta membentuk karakter religius sejak dini. Menurutnya, pendidikan nilai keagamaan pada masa kanak-kanak ibarat ukiran di atas batu yang akan membekas hingga dewasa.

“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tumbuh religius dan berakhlakul karimah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Manokwari, Abdul Safar Ollong, menyampaikan bahwa melalui manasik haji cilik, anak-anak diperkenalkan doa-doa penting serta urutan pelaksanaan ibadah haji, mulai dari niat hingga tahapan simbolis lainnya.

Menurutnya, metode simulasi sangat efektif diterapkan pada anak usia dini dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan.

“Dengan pengenalan sejak awal, kami harap anak-anak dapat memahami makna ibadah haji dan tumbuh kesadaran untuk melaksanakannya kelak ketika telah mampu,” terangnya. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)