Minggu, Januari 25, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Renovasi Gedung dan Integrasi Layanan, Dinkes Papua Barat Kejar BOR RSUP

Orideknews.com, Manokwari, — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat melakukan renovasi sejumlah gedung di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Papua Barat untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mengejar pemenuhan standar rumah sakit tipe B.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengatakan renovasi difokuskan pada optimalisasi pemanfaatan ruang perawatan, khususnya lantai dua gedung rumah sakit yang selama ini belum difungsikan secara maksimal.

“Selama ini yang terpakai hanya lantai satu. Lantai dua tidak digunakan karena bocor, termasuk akibat sistem AC. Itu yang kita perbaiki supaya bisa dipakai sebagai tempat tidur,” ujar dr. Alwan.

Dengan pengoperasian lantai dua, kapasitas tempat tidur rumah sakit diharapkan meningkat dan berdampak pada kenaikan Bed Occupation Rate (BOR). Ia menegaskan, ketersediaan lebih dari 100 tempat tidur menjadi salah satu indikator utama rumah sakit tipe B.

“Kalau BOR naik dan ketersediaan tempat tidur terpenuhi, maka salah satu syarat menuju tipe B bisa kita capai,” jelasnya.

Bed Occupancy Rate (BOR) atau Angka Penggunaan Tempat Tidur merupakan persentase pemakaian tempat tidur di unit rawat inap rumah sakit selama satu periode waktu tertentu.

BOR kata dr.Alwan mengukur efisiensi pemanfaatan tempat tidur, dengan standar ideal menurut Depkes RI adalah 60-85%. Angka ini menunjukkan seberapa efektif pelayanan rumah sakit digunakan oleh pasien. 

Selain pembenahan infrastruktur, Dinas Kesehatan juga mendorong integrasi layanan kesehatan lintas program agar pelayanan lebih efektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sekarang kita dorong integrasi layanan. Tidak boleh lagi sektoral. Semua bidang harus terlibat,” tegas dr. Alwan.

Salah satu bentuk integrasi tersebut diwujudkan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang menggabungkan pemeriksaan penyakit menular, tidak menular, serta layanan kesehatan ibu dan anak dalam satu skema pelayanan.

“Mau pemeriksaan penyakit tidak menular, mau penyakit menular, mau KIA, semuanya masuk dalam CKG. Ini program besar, bukan sekadar kegiatan biasa,” ujarnya.

Menurutnya, CKG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan usia harapan hidup Orang Asli Papua. Dengan menurunnya angka kematian ibu, bayi, dan penduduk usia dewasa, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat diyakini akan meningkat.

“Kita kejar bagaimana semua ibu hamil bisa melahirkan di fasilitas kesehatan. Itu kunci peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)