Orideknews.com, MANOKWARI – Sebanyak 41 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) melakukan kunjungan edukasi ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua Barat guna mendalami teknologi produksi benih unggul, Kamis (23/01/26).

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para mahasiswa dengan pemahaman praktis mengenai standarisasi dan sertifikasi benih sebelum terjun langsung mendampingi petani.
Sebagaimana Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman secara konsisten mendorong mahasiswa dan generasi muda untuk menjadi motor penggerak utama dalam modernisasi pertanian Indonesia melalui pendekatan teknologi pertanian.
“Masa depan pertanian berada di tangan mahasiswa yang adaptif terhadap teknologi,” tegas Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan tentang pentingnya keterlibatan mahasiswa dan alumni dalam kegiatan pertanian modern.
“Dengan keterlibatan aktif mahasiswa, pertanian Indonesia dapat bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan. Mahasiswa bukan hanya menjadi penerus petani, tetapi juga agen perubahan yang membawa inovasi dan kemajuan bagi pertanian Indonesia“, tegas Idha.
Selama kunjungan, para mahasiswa menerima materi mengenai Benih padi SNI: 6233: 2015 yang meliputi dasar hukum mengenai benih benih padi bersertifikat dan tentang kelasifikasi benih padi dari kelas 1 sampai 4 yaitu benih pen jenis (BS) yang berlabel kuning, benih dasar (BD) yang berlabel putih, benih pokok (BP) yang berlabel ungu, dan benih sebar (BR) yang berlabel biru serta mempelajari alur sertifikasi benih padi.
Direktur Polbangtan Manokwari, O’eng Anwarudin menyampaikan bahwa penguasaan materi perbenihan sangat krusial bagi mahasiswa Jurusan Penyuluhan agar mereka mampu memberikan solusi berbasis data dan teknologi kepada petani lokal di masa depan.
“melalui sinergi antara lembaga pendidikan dan balai riset diharapkan dapat mencetak kader penyuluh yang kompeten dalam mendorong kemandirian pangan daerah melalui penggunaan benih berkualitas secara berkelanjutan,” sebutnya.
Dikesempatan yang sama juga, mahasiswa meninjau langsung ke gedung benih BRMP Papua Barat. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengetahui cara menyimpan benih padi yang baik dan benar. (MRN/RR/ON).


