Orideknews.com, Manokwari – Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) di Tanah Papua ke-171, Bons Rumbruren, mengimbau seluruh umat Kristen dan masyarakat di Manokwari untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian perayaan berlangsung.

Ia mengajak seluruh umat Tuhan yang telah menerima Injil agar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan perayaan, sehingga sejak masa persiapan hingga puncak kegiatan, Kota Manokwari yang dikenal sebagai Kota Injil tetap terjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
Salah satu perhatian utama panitia adalah persoalan konsumsi minuman beralkohol. Meski telah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2025 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol, Bons berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak mabuk selama perayaan berlangsung, khususnya di lokasi-lokasi sakral.
“Silakan minum, tapi jangan mabuk. Yang mau ke Pulau Mansinam silakan, tetapi jangan mabuk di Pulau Mansinam. Jika mabuk di sana, ceritanya sudah lain,” ujar Bons, Selasa, (20/1/26).
Ia menyatakan bahwa Pulau Mansinam merupakan pulau bersejarah bagi orang Papua dan menjadi tempat masuknya Injil pertama kali. Oleh karena itu, segala bentuk perilaku yang dapat merusak tatanan religi serta bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan tidak boleh dilakukan karena dapat mengganggu kekhusyukan dan kondusivitas perayaan.
Rangkaian kegiatan perayaan HUT PI ke-171 akan diawali dengan pawai pada 3 Februari 2026. Sementara itu, puncak ibadah dijadwalkan berlangsung pada 5 Februari 2026. Panitia memperkirakan jumlah peserta ibadah mencapai sedikitnya 5.000 orang.
Dalam perayaan tersebut, tidak ada tamu dari luar negeri maupun perwakilan pemerintah pusat. Namun demikian, kehadiran pemerintah provinsi dan kabupaten dipastikan akan turut memeriahkan kegiatan tersebut.
Bons juga kembali mengajak seluruh umat Tuhan di Kota Manokwari untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan.
“Kami mengimbau seluruh umat Tuhan yang telah menerima Injil untuk datang dan memberikan dukungan. Mari kita jaga bersama agar sejak persiapan hingga pelaksanaan, Kota Manokwari sebagai Kota Injil tetap aman, damai, dan terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” tambah Bons. (ALW/ON).


