Senin, Januari 26, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Disbupar Papua Barat Kembangkan Wisata Budaya di Pegaf, Kampung Udohotma Tembus Pasar Internasional

Orideknews.com, Manokwari, — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat melalui program Papua Produktif. Salah satu hasil nyata dari program tersebut terlihat dari pengembangan wisata budaya di Kampung Udohotma, Kabupaten Pegunungan Arfak, yang dalam waktu singkat berhasil menarik minat wisatawan mancanegara.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Rozene Sanchia H. Patay, menjelaskan pendampingan pemerintah provinsi di kampung tersebut baru dimulai pada tahun 2024. Meski demikian, proses pengembangannya berjalan sangat cepat dan menunjukkan hasil yang signifikan.

“Pada tahun 2024 kami pertama kali masuk dengan satu pelatihan. Setelah itu kami membantu masyarakat menyiapkan paket wisata budaya. Dari situ, masyarakat mulai memahami apa itu paket wisata dan bagaimana mengelolanya,” ujar Rozene.

Ia menjelaskan, Warga Lokal, Hans Mandacan yang sebelumnya berperan sebagai pemandu wisata kemudian berkembang menjadi agen lokal yang mampu menjual paket wisata secara mandiri melalui platform digital. Bahkan, dalam waktu satu minggu saja, terdapat agen internasional yang membeli sebanyak 13 paket wisata budaya untuk wisatawan asing asal Polandia.

“Ini menunjukkan bahwa keberhasilan utama datang dari masyarakat itu sendiri. Pemerintah hanya hadir dalam bentuk pelatihan dan pendampingan, bukan mengambil alih,” jelasnya.

Menurut Rozene, Kampung Udohotma menjadi kampung pertama di Pegunungan Arfak yang dipersiapkan secara khusus untuk menerima wisata budaya. Potensi utama wilayah tersebut terletak pada kekuatan budaya masyarakat Arfak yang masih sangat terjaga.

Wisata budaya yang ditawarkan meliputi kunjungan ke rumah kaki seribu beserta cerita filosofinya, praktik merajut noken dari kulit kayu, pembuatan alat musik tradisional, teknik menyalakan api secara tradisional, penggunaan alat berburu, hingga berkebun secara tradisional. Wisatawan juga akan diperkenalkan pada prosesi perkawinan adat suku Arfak serta pengalaman memasak makanan tradisional menggunakan kulit kayu.

“Tujuan akhirnya bukan hanya kunjungan wisata, tetapi bagaimana budaya tetap hidup dan dilestarikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Paket wisata ini menjadi alternatif ekonomi tanpa menghilangkan identitas budaya,” kata Rozene.

Selain wisata budaya, wisatawan juga akan diajak mengunjungi Kampung Kobrey untuk menikmati keindahan alam dan danau sebagai bonus dari rangkaian perjalanan wisata.

Kunjungan 13 wisatawan mancanegara yang pagi tadi dijemput langsung oleh Disbupar Papua Barat di Bandara Rendani telah bertolak ke Pegunungan Arfak dan dijadwalkan mulai berlangsung pada tanggal 22 Januari 2026.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak agar kunjungan tersebut mendapat dukungan penuh sebagai langkah awal pengembangan pariwisata daerah.

“Ini menjadi awal kebangkitan pariwisata di Pegunungan Arfak, dengan masyarakat sebagai tuan rumah dan subjek utama pembangunan pariwisata,” tambah Rozene. (ALW/ON).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)