Orideknews.com, Manokwari, – Ketua Umum Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Pusat, Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts, menyampaikan peran strategis majelis taklim sebagai fondasi pembinaan umat, sekaligus menekankan bahwa faktor keamanan merupakan kunci utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan organisasi.

Hal tersebut disampaikan Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts dalam rangkaian Pelantikan Pengurus Wilayah BKMT Papua Barat Masa Bhakti 2024–2029 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Wilayah I Tahun 2026.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan BKMT tidak terlepas dari kerja sama semua pihak, terutama dukungan aparat keamanan yang telah diberi tanggung jawab penuh untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
“Dengan situasi yang aman dan kondusif, seluruh program organisasi dapat berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi umat,” ujar Dr. Hj. Syifa.
Ia berharap momentum pelantikan dan Rakerwil ini menjadi awal penguatan langkah-langkah organisasi ke depan, sekaligus menjadi sarana evaluasi dan perbaikan atas program-program yang telah dan akan dilaksanakan.
Amanah sebagai pengurus, lanjutnya, merupakan tugas mulia yang harus dijalankan dengan niat yang lurus, keikhlasan, serta tanggung jawab, baik kepada organisasi maupun keluarga.
Dalam sambutannya, Dr. Hj. Syifa juga mengingatkan soal pentingnya menjaga persatuan dan menghindari konflik, termasuk konflik politik, yang berpotensi memecah kebersamaan. BKMT, kata dia, harus tetap menjadi organisasi yang menyejukkan dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Ia turut mengulas sejarah majelis taklim sebagai cikal bakal lahirnya BKMT. Majelis taklim, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an dan memahami ajaran agama, tetapi telah berkembang menjadi ruang pemberdayaan umat, khususnya perempuan, baik di ranah sosial maupun publik.
“Majelis taklim kini memiliki peran yang sangat luas, mulai dari pendidikan keagamaan, penguatan sosial, hingga peningkatan kualitas sumber daya umat,” jelasnya.
Seiring perkembangan zaman, kata dia BKMT dituntut untuk terus beradaptasi, meningkatkan kualitas program, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar luas, BKMT memiliki potensi strategis dalam mendukung pembangunan moral dan spiritual masyarakat,” tambahnya.
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat, Novia Utami Manaray, S.Hum, mengajak seluruh pengurus BKMT di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk bergerak bersama membangun organisasi yang solid, berkualitas, dan berorientasi pada pelayanan umat.
Menurut Novia Utami Manaray, amanah sebagai pimpinan wilayah merupakan tanggung jawab besar dalam menjalankan kontrol dan penguatan organisasi. Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa kerja kolektif seluruh pengurus untuk membangun kader yang berintegritas serta menjalankan roda organisasi sesuai visi dan misi BKMT.
“Yang paling penting adalah memulihkan dan membesarkan nama BKMT Papua Barat agar manfaatnya benar-benar dirasakan sampai ke tingkat akar rumput,” ucapnya.
Ia mengaku kepemimpinan dalam BKMT harus menjadi teladan bagi lembaga, baik dalam sikap, perilaku, profesionalisme, disiplin, integritas, maupun kerja keras. Selain itu, setiap pengambilan keputusan harus dilakukan melalui koordinasi dan musyawarah, serta dibarengi dengan upaya memotivasi anggota agar menjunjung budaya organisasi yang damai, solid, dan kekeluargaan.
Novia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Papua Barat apabila selama ini terdapat hal-hal yang menimbulkan kesalahpahaman atau ketidaknyamanan.
Ia menegaskan komitmennya bersama jajaran pengurus baru untuk tetap menjaga marwah organisasi dan mengedepankan sikap dewasa serta menyejukkan.
“Kita sudahi semua perbedaan. Mari kita bangun Papua Barat dengan hati dan cinta kasih,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Novia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Umum BKMT Pusat yang telah melantik langsung pengurus PW BKMT Papua Barat, serta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, para bupati dan wakil bupati, Kapolda Papua Barat beserta jajaran, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan fasilitas demi kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana, Hayati Mansur, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian agenda besar BKMT yang bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi serta meningkatkan peran majelis taklim dalam pembinaan umat dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Pelantikan ini menjadi moment penting untuk memperkuat komitmen pengurus wilayah dan daerah BKMT dalam menjalankan program keumatan serta menjalin sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Hayati Mansur.
Sebelum pelaksanaan pelantikan, panitia terlebih dahulu menggelar kegiatan pendahuluan pada Minggu, 18 Januari 2026, berupa kegiatan keagamaan yang berlangsung di Masjid Ridwanul Bahri. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dan berjalan dengan tertib berkat dukungan aparat keamanan serta pihak terkait.
Selain pelantikan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan patroli perdana wilayah yang melibatkan perwakilan dari sejumlah distrik. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menunjukkan komitmen BKMT dalam menjaga keharmonisan dan ketertiban masyarakat.
“Dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, kami berharap BKMT dapat terus berkontribusi positif dalam membina umat dan menjaga persatuan, khususnya di Tanah Papua dan Indonesia pada umumnya,” tutup Hayati Mansur. (ALW/ON).


