Orideknews.com, Manokwari, – Pengurus Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (PW BKMT) Provinsi Papua Barat akan melaksanakan Milad BKMT ke-45 pada 19 Januari 2026. Kegiatan ini dikemas dalam rangkaian acara berskala besar yang melibatkan seluruh majelis taklim se-Papua Barat.

Rangkaian kegiatan Milad BKMT ke-45 meliputi pawai ta’aruf sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antarmajelis taklim, serta tabligh akbar yang direncanakan menghadirkan Ketua Umum PP BKMT, Dr. Hj. Syifa Fauziah, M.Art., sebagai penceramah utama.
Ketua PW BKMT Papua Barat, Novia Utami Manaray, S.Hum, menyampaikan bahwa jajaran pengurus masih berada di Papua Barat untuk mengikuti rangkaian kegiatan pelantikan pengurus baru PW BKMT Papua Barat.
Pelantikan tersebut, akan dilaksanakan langsung oleh Ketua Umum dan sekaligus melantik pengurus daerah dari Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Teluk Wondama, sehingga dua kabupaten akan dilantik secara bersamaan.
“Alhamdulillah, Ketua Umum hadir langsung untuk melantik kita semua. Persiapan panitia hingga saat ini telah mencapai sekitar 95 persen. Seluruh unsur panitia sudah bergerak, tinggal penyempurnaan kecil pada bagian dekorasi,” ujar Novia.
Ia juga mengaku dukungan dari berbagai daerah terus mengalir, selain itu, dukungan transportasi bagi peserta, khususnya dari warga Distrik Warmare, Prafi, Masni dan Sidey telah difasilitasi melalui koordinasi dengan pihak terkait. PW BKMT Papua Barat juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat sejak Kamis lalu untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara.
Milad ini kata dia, diharapkan menjadi momen penguatan peran majelis taklim dalam membangun ukhuwah dan dakwah Islam di Tanah Papua. Rangkaian kegiatan Milad BKMT ke-45 antara lain pawai ta’aruf yang akan melibatkan seluruh majelis taklim se-Papua Barat sebagai wujud mempererat ukhuwah Islamiyah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan Milad BKMT ke-45 dan kegiatan organisasi lainnya, Polda Papua Barat menyatakan kesiapan untuk membantu pengamanan kegiatan serta memberikan dukungan transportasi berupa penyediaan bus bagi pengurus PW BKMT Papua Barat.
Ketua Pengurus Daerah BKMT Teluk Wondama, Titin Rahayu, S.Pd, menyampaikan pihaknya tetap berkomitmen mendukung penuh kegiatan Milad BKMT meskipun dengan keterbatasan jumlah peserta yang hadir.
“Kami hadir dengan delapan orang pengurus karena sebagian besar pengurus kami sudah sepuh, ada yang sakit, dan ada yang belum mendapat izin. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat kami untuk tetap mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari ta’aruf hingga pelantikan Ibu Ketua PW yang akan dilaksanakan pada hari Senin,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan rombongan BKMT Teluk Wondama berangkat dari Wonda dan tiba di lokasi kegiatan pada pagi hari ini dengan biaya yang ditanggung secara mandiri oleh masing-masing peserta.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan Milad BKMT ke-45 ini dapat berjalan dengan lancar, membawa keberkahan, serta menjadi momentum agar BKMT ke depan semakin maju dan lebih baik dari sebelumnya,” ucapnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Ketua Pengurus Daerah BKMT Kabupaten Fakfak, Sarifa Uswanas, S.Pd.I, yang mengapresiasi kepemimpinan Ketua PW BKMT Papua Barat yang baru. Ia menyatakan kesiapan PD BKMT Fakfak mengikuti rangkaian kegiatan Milad BKMT ke-45 tidak hanya didasari kesiapan teknis, tetapi juga semangat kebersamaan.
“Kesiapan kami hari ini bahkan lebih besar daripada sekadar semangat. Kami mengucapkan terima kasih kepada ketua wilayah yang telah kami pilih. Sejarah mencatat, baru kali ini ketua wilayah mengundang kami, PD-PD, secara langsung dalam kegiatan wilayah. Selama ini kami tidak pernah merasakan perhatian seperti ini,” ungkapnya.
Menurut Sarifa, undangan tersebut menjadi momentum penting karena selama ini PD BKMT Fakfak merasa kurang mendapat perhatian dari kepengurusan wilayah sebelumnya.
“Hari ini kami merasa dihargai dan disimawakan. Kami salut kepada ketua wilayah yang baru. Artinya, kami tidak salah memilih pemimpin. Hari ini kita bicara soal kerja dan pengabdian, bukan soal siapa yang terbaik,” urainya.
Ia mengaku BKMT sebagai organisasi Islam harus bergerak aktif, bekerja cepat, memperkuat silaturahmi, dan saling bergandengan tangan untuk memajukan organisasi. Dalam rangkaian kegiatan Pawai Ta’aruf, PD BKMT Fakfak bahkan akan melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama sebagai wujud kebersamaan dan toleransi.
“Kami membawa semangat ‘satu tubuh tiga batu’. Kita berbeda-beda, tetapi tetap satu. InsyaAllah kami akan menghadirkan peserta tidak hanya dari umat Islam, tetapi juga saudara-saudara Kristen untuk ikut serta dalam pawai ta’aruf,” jelasnya.
Sarifa juga menyatakan kesiapan PD BKMT Fakfak untuk mendukung penuh pelantikan Ketua PW BKMT Papua Barat yang direncanakan dirangkaikan dengan pelaksanaan Rapat Kerja BKMT.
“Hari ini kami ada untuk wilayah. Mari kita bersama-sama menyukseskan pawai ta’aruf dan pelantikan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah BKMT Kabupaten Kaimana, Fatimah Maturbongs, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya rangkaian kegiatan Milad BKMT yang dinilainya sebagai momentum bersejarah bagi BKMT di Papua Barat.
“Kami dari Kabupaten Kaimana sangat bersyukur. Alhamdulillah, ini luar biasa. Kegiatan seperti ini benar-benar baru pertama kali terjadi di Provinsi Papua Barat,” ujarnya.
Fatimah mengungkapkan dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah Pengurus Daerah BKMT merasakan kondisi organisasi yang kurang terarah, diibaratkan seperti anak ayam kehilangan induk. Namun, melalui Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub), BKMT Papua Barat kini telah memiliki sosok pemimpin baru.
“Alhamdulillah, dengan adanya Muswilub ini, kami sudah mendapatkan sosok pimpinan. Karena itu saya mengajak seluruh majelis taklim, dari mana saja, untuk mari bergabung bersama-sama membangun dan membina BKMT ke depan,” katanya.
Ia mengingatkan soal pentingnya mengedepankan kepentingan umat di atas ego pribadi maupun jabatan organisasi.
“Jangan karena persoalan kecil lalu dibesarkan. Utamakanlah umat—umat, umat, dan umat. Jangan pikirkan ego atau jabatan, karena itu hanya akan membuat kita saling bertengkar dan terpecah belah,” pungkas Fatimah.
Soal Pawai Ta’aruf, Fatimah menyampaikan bahwa PD BKMT Kaimana menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan sesuai filosofi lokal Fakfak satu tungku tiga batu.
“Di Kaimana toleransi sangat tinggi. InsyaAllah besok kami juga akan melibatkan saudara-saudara Kristen untuk ikut meramaikan kegiatan. Ini bentuk kebersamaan dan persatuan,” jelasnya.
Persiapan matang juga dilakukan PD BKMT Kabupaten Manokwari. Ketua PD BKMT Manokwari, Hj. Sity Jubaida Bauw, menyampaikan berdasarkan pendataan terdapat 22 majelis taklim aktif di Manokwari Selatan, sementara secara keseluruhan jumlah majelis taklim di Manokwari mencapai sekitar 167 majelis taklim.
“Alhamdulillah, seluruh majelis taklim sangat proaktif menanyakan kesiapan dan menyatakan kesediaannya untuk ikut kegiatan ini. Tujuan kita memang menyatukan seluruh majelis taklim yang ada di Manokwari,” terangnya.
Ia menjelaskan dukungan juga datang dari pengelola lokasi tabligh akbar di kawasan Fasharkan TNI AL Sanggeng, termasuk penyediaan ambulans dan pengamanan kegiatan.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Fasharkan TNI AL. Bahkan kepala Fasharkan menyiapkan mobil ambulans untuk mengantisipasi jika ada peserta yang kelelahan atau pusing karena berjalan kaki menuju lokasi masjid. Keamanan selama tabligh akbar juga disiapkan,” jelasnya.
Sity menyebut antusiasme tinggi juga datang dari distrik-distrik terjauh seperti Sidey dan Masni.
“Ibu-ibu dari distrik Sidey yang jaraknya paling jauh sangat antusias. Mereka datang secara mandiri. Karena bus yang disiapkan hanya empat unit, maka dua distrik, Sidey dan Masni, mengatur pembiayaan transportasi secara mandiri,” katanya.
Dari Teluk Bintuni, Ketua PD BKMT Hj. Andi Rosdiana menyatakan komitmennya untuk mematuhi AD/ART serta keputusan tertinggi organisasi BKMT.
“Saya selaku Ketua PD BKMT Teluk Bintuni menyatakan bahwa kami mengikuti setiap instruksi dan perintah langsung dari Ketua Umum BKMT, karena dalam AD/ART BKMT, keputusan Ketua Umum merupakan putusan tertinggi dalam organisasi,” bebernya.
Ia mengaku, PD BKMT Teluk Bintuni bersikap netral dan berpegang teguh pada mekanisme organisasi.
“BKMT tidak memihak siapa pun. Kami hanya mendengarkan dan melaksanakan instruksi tertinggi dari Ketua Umum BKMT. Ketika ada instruksi Musyawarah Wilayah, maka otomatis kami sebagai PD wajib mengikuti keputusan tersebut,” katanya.
Terkait hasil Muswilub, Andi Rosdiana menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan yang telah ditetapkan secara sah.
“Saya mendukung hasil Muswilub yang telah memutuskan Ketua Umum yang baru. Saya siap dilantik sebagai Ketua PD BKMT Kabupaten Teluk Bintuni. Ketua yang lama saya hormati, ketua yang baru pun saya hormati, karena itu adalah putusan tertinggi organisasi,” katanya.
Dirinya juga menilai keputusan Muswilub telah diambil secara kolektif oleh Pengurus Daerah.
“Kami lima PD sudah menentukan pilihan sesuai aturan organisasi. Tidak ada yang bisa menggugat keputusan tertinggi ini. Kami hadir dengan 36 orang, dan sebagian besar sudah hampir tiba,” tambahnya. (ALW/ON).


