Minggu, Maret 1, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ratusan Sopir Hilux Mogok di Gunung Botak, Tolak Masuknya Transnusa di Jalur Manokwari–Teluk Bintuni

Orideknews.com, Manokwari Selatan, – Ratusan sopir Hilux yang selama hampir tiga dekade melayani angkutan penumpang dan barang di jalur Manokwari–Teluk Bintuni menggelar aksi mogok dan penolakan terhadap masuknya armada Transnusa di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Manokwari Selatan, Minggu (11/1/2026).

Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua Komunitas Hilux Lintas Papua Barat, Novty Tapilatu, bersama sekitar 200 sopir yang selama ini menggantungkan hidup mereka di jalur tersebut. Mereka menilai kehadiran armada transportasi dari luar akan mematikan mata pencaharian sopir lokal yang telah bertahan melayani masyarakat di medan berat Papua Barat selama hampir 30 tahun.

“Jalur ini sudah kami jaga dan hidupkan sejak 1996. Dari sinilah kami menyekolahkan anak, memberi makan keluarga, dan membina kehidupan. Dengan masuknya Transnusa dan travel lain, berarti mata pencaharian kami ditutup,” kata Novty dalam orasinya di lokasi aksi.

Menurut Novty, komunitas Hilux saat ini menopang sedikitnya 243 kepala keluarga “Kami tidak sedang memperjuangkan keuntungan, kami sedang memperjuangkan perut dan masa depan keluarga kami,” ujarnya.

Novty mengungkapkan sejak September 2025, komunitas Hilux telah melakukan serangkaian pertemuan dengan Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, DPRD, dan Bupati. Dalam pertemuan tersebut, menurutnya, pemerintah daerah dan DPRD telah menyatakan penolakan terhadap izin operasional travel dan transportasi luar di jalur Manokwari–Bintuni.

“Bupati sudah menolak, DPR sudah ketuk palu menolak. Dishub Provinsi Papua Barat juga belum keluarkan izin melintas. Tapi sekarang Transnusa tetap jalan. Ini yang kami tidak mengerti,” kata Novty.

Ia menilai ada ketidaksinkronan antara kebijakan di atas kertas dan praktik di lapangan. Hal inilah yang mendorong komunitas Hilux kembali turun melakukan aksi.

Dalam pernyataannya, Novty menyampaikan perjuangan mereka bukan hanya soal transportasi, tetapi juga soal keadilan sosial.
“Pemerintah jangan hanya lihat perusahaan besar dan orang mapan. Lihat kami di bawah ini yang hidup dari setir dan jalan berlumpur,” ucapnya.

Ia juga menyebut bahwa komunitas Hilux selama ini tidak hanya berfungsi sebagai kelompok sopir, tetapi juga sebagai wadah pembinaan sosial.

“Banyak anak-anak yang dulu pencuri dan pemabuk, kami bina jadi orang baik lewat pekerjaan ini. Kalau jalur ini hilang, kami tidak tahu mereka mau jadi apa,” ujarnya.

Meski melakukan mogok, Novty kembali menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan bersifat damai dan tidak menghalangi pengguna jalan lain.

“Kami tidak tutup jalan. Siapa saja boleh lewat. Kami hanya tidak mengangkut penumpang sebagai bentuk protes,” terangnya.

Para penumpang pun diminta untuk memaklumi kondisi tersebut selama satu hingga dua hari.
“Kami minta maaf kepada penumpang. Tapi ini demi keberlangsungan hidup kami,” tambahnya.

Aksi mogok ini rencananya akan berlangsung hingga Selasa, 13 Januari 2026 sambil menunggu kehadiran Bupati atau pejabat pemerintah untuk berdialog langsung dengan para sopir.

“Kami tidak mau ribut. Kami mau bicara. Tapi kalau tidak ada kejelasan, kami akan tetap bertahan,” tegas Novty.

Salah satu Sopir Hilux, Samuel Sero menambahkan, pihaknya menilai kendaraan dan pengemudi lokal jauh lebih memahami kondisi medan tersebut dibanding armada travel baru.

“Kalau terjadi apa-apa di hutan, siapa yang tanggung jawab? Kami ini yang sudah puluhan tahun hadapi jalan ini,” kata salah satu sopir.

Sementara itu, Januarius Sufi salah satu warga pengguna mode transportasi darat jalur Bintuni mengaku hari ini kesulitan mendapat kendaraan ke Bintuni.

“Saya dari Tambrauw mau ke Bintuni antar mas kawin Kaka perempuan tapi susah sekali dapat tumpangan mobil jalur Bintuni-Manokwari,” kata Januarius Minggu (11/1/26).

Hingga berita ini diturunkan, Pemda dan pihak Travel Transnusa belum memberikan pernyataan menanggapi konfirmasi media ini. (ALW/ON).

@official_orideknews Menag RI, Prof Dr.KH. Nasaruddin Umar Mengajak Semua Umat Sukseskan PESPARAWI NASIONAL ke XIV tahun 2026 di Manokwari #papuabarat #tiktoknews #manokwari ♬ original sound - officialorideknews
@official_orideknews Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan Ajak Semua Umat Sukseskan Pelaksanaan Pesparawi Nasional ke-XIV di Manokwari#papuabarat #manokwari #tiktokpapua #pesparawinasional ♬ original sound - officialorideknews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)