Minggu, Januari 11, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Papua Barat Sehat Tangani Operasi Non-BPJS, Belasan Pasien OAP Dirujuk ke Luar Daerah Sepanjang 2025

Orideknews.com, Manokwari – Program Papua Barat Sehat mencatat capaian signifikan sepanjang tahun 2025, khususnya dalam penanganan layanan kesehatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, menyebut program ini telah memberi manfaat besar bagi Orang Asli Papua (OAP), terutama dalam layanan rujukan dan pembiayaan operasi.

Menurut dr. Alwan, regulasi teknis Papua Barat Sehat baru rampung pada Oktober 2025. Meski demikian, pelayanan operasi dan rujukan sudah berjalan sebelumnya dan mulai diintensifkan pada November hingga Desember 2025.

“Rujukan pasien dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter penanggung jawab di rumah sakit. Jika pasien tidak bisa ditangani di Papua Barat, misalnya kasus kanker, maka kami rujuk ke luar daerah,” ujar dr. Alwan, Sabtu, (10/1/26).

Sepanjang 2025, sebanyak 18 pasien telah dirujuk ke luar Papua Barat untuk mendapatkan layanan medis lanjutan. Seluruh biaya ditanggung oleh Program Papua Barat Sehat, mulai dari transportasi pasien dan pendamping, uang saku, hingga biaya perawatan selama berada di luar daerah.

Selain rujukan, Papua Barat Sehat juga membiayai operasi medis bagi lima pasien yang ditangani melalui program tersebut. Dr. Alwan mengungkapkan bahwa daftar tunggu pasien yang membutuhkan rujukan masih cukup banyak, sehingga program ini menjadi sangat vital bagi masyarakat.

“Syukurlah dengan Papua Barat Sehat, semua kebutuhan pasien bisa kami tanggung, baik transportasi maupun biaya selama dirawat. Berapa lama pun mereka dirawat, tetap ditanggung oleh program,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Dinas Kesehatan Papua Barat berencana melakukan perbaikan petunjuk teknis (juknis) agar layanan Papua Barat Sehat dapat menjangkau seluruh masyarakat di provinsi tersebut secara lebih merata.

Selain pelayanan kuratif dan rujukan, dr Alwan mengaku pihaknya juga akan terus memperkuat upaya promotif dan preventif, guna mencegah penyakit serta meningkatkan kesadaran masyarakat di Papua Barat.

“Promotif dan preventif tetap kita jalankan, dan rujukan pasien juga terus kita layani,” tambah dr. Alwan.(ALW/ON).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)