Orideknews.com, Manokwari – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum, mengingatkan, persatuan, ide, dan inovasi menjadi kunci utama bagi STIH Manokwari dalam menghadapi persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat.

Penegasan tersebut disampaikan Dr. Filep Wamafma saat memberikan arahan dalam Rapat Perdana Civitas Akademika STIH Manokwari yang berlangsung di Kampus STIH Manokwari, Sanggeng, Senin, (5/1/26).
“Hari ini perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan biasa-biasa saja. Kita harus termotivasi, bersemangat, dan siap bersaing, karena dunia pendidikan tinggi sudah mengarah pada industri jasa,” ujar Filep.
Ia menjelaskan, soal industri jasa pendidikan, masyarakat akan menilai kampus dari berbagai aspek, terutama kualitas lulusan dan daya saing akademik.
“Publik akan melihat output, nilai-nilai, dan kualitas lulusan. Karena itu, kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata dan strategi yang jelas,” katanya.
Filep menyebut, STIH Manokwari tidak boleh bersikap pasif menghadapi perubahan. Seluruh civitas akademika diminta aktif melahirkan ide dan gagasan strategis yang bersumber dari pengalaman masing-masing.
“Kalau kita pasif, maka tidak akan muncul gagasan. Tanpa ide, kesempatan akan hilang, dan itu yang sering terjadi hari ini,” pesannya.
Menurut Filep, pengalaman akademik seperti penelitian, penulisan jurnal, dan pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti pada pencapaian individu, tetapi harus dikembangkan menjadi kekuatan institusi.
“Bapak-Ibu semua punya pengalaman. Pernah menulis jurnal, pernah meneliti. Pertanyaannya, bagaimana pengalaman itu kita jadikan ide untuk membangun kampus,” ujarnya.
Ia juga kembali mengingatkan pentingnya budaya observasi dan evaluasi di setiap unit kerja, baik akademik maupun administrasi. Observasi tersebut, kata Filep, harus dilakukan secara berkelanjutan dan terdokumentasi.
“Setiap bagian harus melakukan pengamatan. Apa masalahnya, apa yang terjadi di lapangan, itu harus dicatat. Tanpa observasi, kita tidak akan tahu persoalan yang sebenarnya,” katanya.
Dalam arahannya, Filep turut menyinggung soal disiplin kerja sebagai bagian dari profesionalisme institusi.
“Kalau sudah menjadi bagian dari institusi, maka syaratnya adalah patuh pada aturan. Disiplin itu prinsip dasar. Kalau tidak siap diatur, pilihan bekerja di luar selalu terbuka,” ujarnya.
Selain disiplin, ia meminta adanya kolaborasi antarbagian guna meningkatkan kinerja dan efektivitas kelembagaan.
“Kolaborasi itu kunci. Kita akan identifikasi setiap bagian, kita analisis kelembagaan, dan kita pastikan struktur kerja memberi dampak nyata, bukan hanya jabatan,” tutur Filep.
Terkait akademik, Filep menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi kurikulum secara menyeluruh agar sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masa depan.
“Target kita jelas. Paling lambat bulan Juni, kurikulum baru harus siap untuk diterapkan pada semester pertama,” katanya.
Ketua STIH Manokwari itu mengajak seluruh civitas akademika untuk bersatu dalam satu visi membangun institusi.
“Persatuan adalah kekuatan kita. Dengan ide, disiplin, dan kolaborasi, saya yakin STIH Manokwari bisa berkembang dan bersaing,” terang Filep. (ALW/ON).




