Sabtu, Februari 14, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pemkab Manokwari Perkuat Perlindungan Anak Lewat Pertemuan Advokasi Imunisasi Rutin

Orideknews.com, Manokwari, – Pemerintah Kabupaten Manokwari menegaskan komitmennya untuk memperkuat cakupan imunisasi rutin dalam upaya melindungi generasi penerus dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Manokwari, Jan Ayomi yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen Rantetampang, pada pertemuan advokasi dan koordinasi peningkatan cakupan imunisasi rutin dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tahun 2025.

Dalam sambutannya, Marthen Rantetampang menyebut, imunisasi merupakan salah satu program prioritas nasional yang terbukti efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular.

“Melalui imunisasi rutin yang lengkap, kita bukan hanya menjaga kesehatan anak-anak kita, tetapi juga melindungi masyarakat luas melalui tercapainya herd immunity,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, baik terkait ketersediaan logistik kesehatan maupun faktor sosial budaya yang mempengaruhi penerimaan masyarakat terhadap imunisasi.

Karena itu, pertemuan advokasi dan koordinasi ini diharapkan menjadi wadah untuk mencari solusi bersama sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Manokwari, kata dia, berkomitmen meningkatkan sarana kesehatan, menambah tenaga medis kompeten, serta memperluas jangkauan layanan hingga wilayah terpencil.

Ia juga menyoroti terkai dukungan para pemangku kepentingan di tingkat distrik dan kampung agar seluruh anak di Manokwari mendapatkan hak untuk hidup sehat dan terlindungi.

Lebih lanjut, Marthen menekankan peran strategis tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat dalam memberikan pemahaman yang benar terkait imunisasi.

“Suara para tokoh sangat berpengaruh dalam membangun kepercayaan publik, terutama di tengah masih adanya keraguan dan informasi menyesatkan tentang vaksinasi,” katanya.

Menurutnya, imunisasi merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi cerdas, produktif, dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader posyandu, dan pihak-pihak yang telah bekerja keras meningkatkan cakupan imunisasi di Manokwari.

“Dedikasi saudara-saudara adalah fondasi kuat bagi terwujudnya masyarakat Manokwari yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” tuturnya.

Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Mari kita jadikan imunisasi sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan Manokwari sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Perwakilan UNICEF Papua Barat, Firmansyah menyatakan, sangat penting kolaborasi lintas sektor guna memastikan seluruh anak di Kabupaten Manokwari mendapatkan imunisasi lengkap.

Firmansyah, menilai pembentukan Kelompok Kerja Bersatu Lengkapi Imunisasi Anak (Berlian) merupakan langkah strategis karena melibatkan banyak sektor, baik kesehatan maupun non-kesehatan.

Ia juga mengapresiasi rencana pembentukan kelompok Berlian sampai ke tingkat distrik, kampung, dan kelurahan.

“Jika kita ingin setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap, maka kita harus tahu di mana anak-anak ini berada. Peran jejaring layanan kesehatan termasuk posyandu, pendidikan, hingga kelompok PKH sangat penting untuk memastikan catatan imunisasi anak terpantau,” ungkapnya.

Firmansyah mengingatkan, imunisasi memiliki keterkaitan langsung dengan upaya percepatan penurunan stunting. Berbagai studi di Indonesia menunjukkan bahwa anak yang tidak mendapat imunisasi lengkap memiliki risiko 1,7 kali lebih besar untuk mengalami stunting.

Penelitian di Filipina (2011) dan India (2020) juga menunjukkan hubungan positif antara imunisasi lengkap dan perkembangan kognitif anak, termasuk kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

Menurutnya, penyakit seperti campak dan polio yang dapat dicegah melalui imunisasi, terbukti memberikan dampak neurologis pada perkembangan otak anak.

Dalam pertemuan tersebut, UNICEF juga mensosialisasikan penggunaan vaksin hexavalent, vaksin kombinasi yang mencegah enam penyakit sekaligus. Vaksin ini mulai digunakan pemerintah sejak Oktober dan sebelumnya hanya tersedia di layanan swasta berbayar.

“Ini bukan vaksin baru. Dulu digunakan di praktik swasta. Sekarang pemerintah menghadirkannya di program imunisasi nasional. Ini upaya luar biasa untuk melindungi anak-anak kita,” jelasnya.

Penggunaan vaksin hexavalent diyakini akan mengurangi jumlah suntikan yang diterima anak serta jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan, tanpa mengurangi efektivitas dan keamanannya.

Firmansyah juga mengingatkan tantangan besar berupa maraknya informasi tidak tepat mengenai imunisasi di media sosial. Ia menegaskan bahwa orang tua pada dasarnya sayang dan ingin melindungi anaknya, namun seringkali terpengaruh misinformasi, misalnya terkait kekhawatiran demam setelah imunisasi.

Ia menegaskan bahwa demam adalah reaksi normal yang umum terjadi setelah imunisasi, sebagaimana dijelaskan oleh dr. Maria, Sp.A dalam pertemuan sebelumnya.

Firmansyah menjelaskan bahwa dalam lima tingkatan pencegahan kesehatan, imunisasi merupakan bagian dari perlindungan khusus yang wajib diberikan setelah promosi kesehatan.

“Hidup sehat saja tidak cukup. Kita perlu proteksi khusus seperti imunisasi, terutama di daerah endemis seperti Manokwari,” ujarnya.

UNICEF Papua Barat lanjut Firmansyah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Manokwari dan seluruh pemangku kepentingan yang hadir.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dimaksimalkan sehingga benar-benar bermanfaat bagi anak-anak kita ke depan. Terima kasih atas dukungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Manokwari beserta jajaran. Mari kita bersama membicarakan masa depan anak-anak agar lebih baik,” terang Firmansyah.

Mewakili panitia pelaksana kegiatan, Mince Wilil menyampaikan Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung rencana introduksi vaksin hexavalent yang dijadwalkan mulai diberlakukan pada Oktober 2025.

Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari bersama berbagai pemangku kepentingan diundang untuk memastikan kesiapan daerah dalam pelaksanaan imunisasi tersebut.

Ia menjelaskan, penggunaan vaksin hexavalent diharapkan dapat meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap, karena jumlah suntikan bagi anak akan berkurang sehingga lebih efisien dan ramah bagi penerima imunisasi.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan Bias (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) secara tinggi dan merata. Adapun tujuan khusus pertemuan mencakup, penyampaikan situasi dan capaian terkini program imunisasi rutin di Kabupaten Manokwari sebagai dasar penyusunan tindak lanjut.

Kemudian, meningkatkan pemahaman lintas sektor tentang pentingnya dukungan kolaboratif melalui Gerakan Berlian (Bersatu Lengkapi Imunisasi Anak) dalam melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Melakukan advokasi kebijakan vaksin hexavalent untuk memperkuat cakupan imunisasi rutin.

Selanjutnya, membangun komitmen bersama antara dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, fasilitas pelayanan mandiri, serta lintas sektor yang tergabung dalam Pokja Berlian guna mendukung pelaksanaan imunisasi secara berkelanjutan.

Pertemuan yang digelar di Gedung Sasana Karya Bupati ini dihadiri sekitar 50 peserta, termasuk anggota Pokja Berlian Kabupaten Manokwari, para kepala distrik (Manokwari Timur, Barat, dan Selatan), perwakilan puskesmas dalam kota, rumah sakit, praktik mandiri, serta tenaga bidan yang telah terintegrasi dalam layanan imunisasi.

Mince mengatakan penyelenggaraan kegiatan advokasi dan koordinasi peningkatan cakupan imunisasi rutin di Kabupaten Manokwari tahun 2025 atas dukungan dana UNICEF melalui Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Papua Barat. (ALW/ON)

 

@official_orideknews Menag RI, Prof Dr.KH. Nasaruddin Umar Mengajak Semua Umat Sukseskan PESPARAWI NASIONAL ke XIV tahun 2026 di Manokwari #papuabarat #tiktoknews #manokwari ♬ original sound - officialorideknews
@official_orideknews Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan Ajak Semua Umat Sukseskan Pelaksanaan Pesparawi Nasional ke-XIV di Manokwari#papuabarat #manokwari #tiktokpapua #pesparawinasional ♬ original sound - officialorideknews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)