Minggu, Agustus 31, 2025

Top 5 This Week

Related Posts

Polda Papua Barat Rilis Kronologi dan Upaya Pencarian IPTU Samuel Tomi Marbun

Orideknews.com, Manokwari, – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menggelar konferensi pers pada Selasa (18/3/25) di Polda Papua Barat Anday, untuk merilis kronologi hilangnya Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, IPTU Samuel Tomi Marbun, S.Tr.K., yang terseret arus deras Sungai Rawara saat memimpin operasi gabungan TNI-Polri.

Pencarian selama 18 hari melibatkan drone, helikopter, namun hingga kini korban belum ditemukan.

Dipimpin Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Ongky Isgunawan, S.I.K., konferensi dihadiri Kapolres Teluk Bintuni AKBP Choiruddin Wahid dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, Yefri Sabaruddin.

Kapolres Choiruddin menjelaskan, insiden terjadi pada 18 Desember 2024 sekitar pukul 14.00 WIT, saat tim gabungan berusaha menyeberangi Sungai Rawara yang berarus deras untuk mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kronologi Kejadian

Operasi dimulai pada 13 Desember 2024 dengan latihan tembak di Batalyon 763/SBA Bintuni. Pada 18 Desember, tim yang terdiri dari 20 personel TNI-Polri membagi diri menjadi dua regu. Saat menyeberang, Marbun yang memimpin regu dilaporkan nekat melanjutkan perjalanan meski Tenaga Bantuan Operasi (TBO) lokal memperingatkan bahaya buaya dan arus sungai.

“Saya berenang sendiri, tapi arus menghanyutkan saya. Saat berusaha memperingatkan rekan, lima personel dan satu TBO sudah lebih dulu menyebrang,” kata salah satu saksi, Bripka Roland Manggaprow.

Tak lama, teriakan panik terdengar, Marbun terlihat terjatuh di tengah sungai sebelum terseret arus. Upaya penyelamatan oleh Kanit Resmob dan personel TNI gagal karena arus terlalu deras.

Upaya Pencarian Intensif

Pencarian (19-28 Desember) melibatkan 65 personel gabungan, tiga longboat, dan helikopter Bell 412 EP dari Ops Damai Cartenz. Cuaca buruk, hutan lebat, dan keterbatasan alat menghambat proses. Basarnas juga turun tangan, namun menyatakan tidak memiliki penyelam berkualifikasi untuk sungai berarus kencang.

Pada 21 Desember, keluarga korban membawa tiga paranormal untuk ritual adat. Satu paranormal mengklaim melihat “tanda” berupa kawanan burung yang terbang mendadak, namun tim yang dikirim ke lokasi hanya menemukan warga biasa.

Pencarian (29-31 Desember) difokuskan pada penyisiran udara dan koordinasi dengan warga sekitar. Pada 31 Desember, keluarga korban secara resmi mengakhiri operasi. “Kami berterima kasih atas segala upaya. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan,” ujar AKP Purn. Gelora Tarigan, mertua Marbun, mewakili keluarga.

Kapolres Choiruddin menyatakan, pencarian akan dilanjutkan secara terbatas dengan melibatkan warga. “Kami berikan imbalan bagi yang menemukan petunjuk,” tegasnya. Hingga kini, penyebab insiden masih diselidiki, termasuk dugaan pelanggaran prosedur saat menyeberangi sungai.

IPTU Samuel Tomi Marbun, yang bergabung dengan Polri sejak 2012, tercatat sebagai anggota berprestasi dengan dua penghargaan Pengabdian Luar Biasa. Keluarga berharap pihak berwenang terus memprioritaskan keselamatan personel dalam operasi serupa. (ALW/ON)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)