Sabtu, Januari 31, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Alasan Pemeriksaan Malaria di PKM Hingk Gunakan RDT, Soal Kasus Penularan Ini Kata Kapus

Orideknews.com, Pegaf, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat berkomitmen mendorong kabupaten Pegunungan Arfak untuk dilakukan penilaian eliminasi malaria oleh Tim Kemenkes.

Kadinkes Provinsi Papua Barat, Otto Parrorongan mengatakan tahun ini pihaknya membantu kabupaten Pegaf menyediakan dokumen syarat penilaian bebas malaria.

“Saya kira dari indikator penilaian dari 7 kabupaten, Pegaf yang mendekati. Tinggal menyiapkan dokumen dan kerja ekstra sedikit sambil kita mengundang Tim penilai dari Kemenkes,” ucapnya baru-baru ini.

Kepala Puskesmas Hingk, kabupaten Pegunungan Arfak, Marsumiyanto, S.KM menyatakan siap mendukung eliminasi malaria kabupaten Pegaf.

Dia menjelaskan menuju eliminasi malaria banyak hal telah dilakukan secara khusus di puskesmas Hingk.

Kata Marsumiyanto pemeriksaan malaria di Puskesmas yang dipimpinnya masih menggunakan rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat malaria.

Hal itu kata dia dilakukan mengingat belum ada tenaga analis yang mumpuni untuk dipekerjakan di Puskesmas Hingk.

“Pemeriksaan pakai RDT dan pemegang programnya sudah dilatih memang untuk pemeriksaan Malaria,” ungkapnya belum lama ini di Pegaf.

Menurutnya, di Puskesmas Hingk tersedia mikroskop, namun belum ada tenaga untuk mengoperasikan.

“Kasus positif disini import semua, walaupun ada disini tapi mereka yang sudah lama tinggal di kota (Manokwari) mereka kesini tes, baru kena malaria,” terangnya.

Melakukan intervensi kasus malaria dengan pemakaian kelambu terus digencarkan. Di wilayah kerja Puskesmas Hingk, sebut Marsumiyanto mendapatkan alokasi kelambu dari Provinsi di beberapa Kampung.

Marsumiyanto menyampaikan tidak semua Kampung dibagi jatah kelambu, di wilayah kerja Puskesmas Hingk, pendistribusian hanya di Kampung Imobri dan Kampung Imbegau.

“Kami terus memberikan penyadaran terkait pentingnya pemakaian kelambu, walaupun masih ada beberapa yang belum gunakan maksimal, kami terus melakukan upaya,” tutur Marsumiyanto.

Soal jumlah kasus di Puskesmas Hingk, ia menegaskan beberapa tahun terakhir tidak ditemukan kasus positif malaria.

“Jumlah kasus dari tahun ke tahun menurun, untuk kasus memang tidak ada penularan lokal, semua impor,” terangnya.

Disinggung soal Obat Anti Malaria (OAM) Marsumiyanto menambahkan, kesediaan obat malaria seperti Dihidroartemisinin + Piperakuin (DHP) dan Primakuin yang disalurkan Dinas Kesehatan Provinsi sangat cukup.

Berdasarkan Data Dinkes Provinsi Papua Barat hingga Juli 2023, terdapat 3 kasus positif malaria di Puskesmas Hingk. Untuk total positif malaria di kabupaten Pegaf sebanyak 74 kasus.(ALW/ON).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Popular Articles

error: Hati-hati Salin Tanpa Izin kena UU No.28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI No.19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)