Orideknews.com, MANOKWARI – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia mengatakan sesuai anjuran Presiden Republik Indonesia, Jokowi Dodo, Politeknik Pariwisata di Provinsi Papua Barat direncanakan pada tahun 2020 harus beroperasi.
“Presiden punya pertimbangan bahwa Negara ini adalah kepulauan yang punya potensi sungguh luarbiasa. Jadi, Prisiden punya pemikiran bahwa mengapa kita terlalu sibuk dengan membuka sector yang lain, macam pertambangan sector kehutanan dan lain-lain dan kita lupa sector ini pariwisata,” kata Wabia usai Seminar Laporan Hasil Kajian Pembentukan Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTPN) di salah satu Hotel di Manokwari, Senin, (3/12/2018).
Menurutnya, Presiden mengaku sector pariwisita tersedia dan melimpah. Jika dikelola sangat menjamin peningkatan devisa Negara tapi juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan masyarakat. “Sehingga turut mengurangi pengangguran di Negara kita, itu secara rasional, khusus di Papua Barat dipercayakan untuk didirikannya Politeknik Pariwisata karena dari beberapa indicator itu sangat mendukung,” jelasnya.
Wabia mengaku, di Provinsi Papua Barat ada 2 daerah yang menurut kajian, sesuai dengan kriteria yaitu Kabupaten Sorong dan Kabupaten Manokwari. Namun, kata dia Kabupaten Manokwari lebih mendekati 60 persen dari kriteria yang dibutuhkan.
“ Untuk Sorong sekitar 40 persen mendekati. Tapi, belum ada keputusan kira-kira mana yang mau ditetapkan sebagai lokasi tetap untuk membuka sekolah itu,” terang Wabia.
